119 Peluru Aktif Ditemukan Pekerja Bangunan di Gorong-gorong

share on:
Sebanyak 119 peluru aktif yang ditemukan pekerja bangunan kini diamankan polisi || YP/Fadholy

Yogyapos.com (YOGYA) - Penemuan 119 peluru di saluran air (gorong-gorong) membuat geger warga Ngadiwinatan Ngampilan Yogyakarta, Kamis (17/10) pagi. Peluru-peluru tersebut kali pertama ditemukan oleh Sujono, pekerja yang sedang melakukan pengecoran.

Pagi itu saat membongkar tumpukan batu-bata, Sujono mengaku kaget melihat banyak peluru berserakan di saluran gorong-gorong. “Saya kira mainan. Lalu saya pegang. Kok kayaknya asli. Lalu saya melapor ke Ketua RT setempat,” ujar Sujono.

Kuat dugaan, peluru tersebut dibuang oleh orang tak dikenal pada Rabu (16/10) malam. Hal ini dikuatkan lantaran pada Rabu sore, pekerja proyek yang membongkar gorong-gorong tidak menemukan barang yang mencurigakan. Hanya tumpukan sampah. Kemungkinan dibuang diatas jam 22.00, selepas para pekerja pulang.

Ketua RT 61, Hendra yang mendapat laporan dari para pekerja terkait penemuan 119 peluru segera melapor ke Polsek Ngampilan. “Saya dapat laporan Kamis pagi. Saya kemudian melapor ke Polsek Ngampilan,” ujarnya.

Kapolsek Ngampilan AKP Hendro saat dikonfirmasi yogyapos.com membenarkan kasus penemuan proyektil peluru tersebut.

“Tim Jibom sudah melakukan pembersihan di lokasi dan segera melakukan identifikasi. Ada 119 peluru yang diduga dari jenis FN dan masih aktif. Kami juga sedang melakukan pengecekan CCTV yang berada di sekitar lokasi untuk pengembangan penyelidikan,” kata AKP Hendro.

Sementara itu, Panit Gegana Brimob Polda DIY, Ipda Maryono menjelaskan jika peluru tersebut berusia sekitar 4 tahun. Masih aktif dan bisa digunakan. “Secara fisik masih bagus karena tidak berkarat. Bahan terbuat dari kuningan asli. Jumlahnya 119 butir, dari jenis FN dengan caliber 9mm,” tandas Ipda Maryono. (Dol)

 

 

 


share on: