Grebeg Pasar 2019 Hadirkan Gunungan dan Kostum Wayang

share on:
Kontingen Grebeg Pasar 2019 berdandan ala wayang dan menampilkan gunungan potensi komoditas || YP/Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Sebanyak 33 kontingan dari Pasar Tradisional mengikuti Grebeg Pasar 2019 pada Sabtu (19/10) siang yang diadakan Disperindag Kota Yogya. Kegiatan ini masih dalam rangkaian memeriahkan HUT Kota Yogya ke 163 tahun.

Tema grebeg pasar kali ini tentang wayang dan potensi di setiap pasar. Ada yang mengusung gunungan, berdandan ala petani, bahkan ada kontingan yang menghiasi badannya dengan aksesoris buah dan sayuran. Start kirab dimulai dari komplek Puro Pakualaman, lalu ke Jalan Sultan Agung – Jalan Kusumanegara dan finish di Balai Kota Timoho.

Kadisperindag Kota Yogya, Yunianto Sutono ditemui yogyapos.com di sela acara mengatakan, nafas yang diangkat dalam event ini adalah budaya dan ekonomi. “Pasar tradisional merupakan aset peradaban budaya kita. Ekonomi pun tumbuh sehat dalam ekosistem pasar tradisional. Di tengah arus modernisasi, semangat guyub rukun dan gotong-royong masih bisa kita temui di dalam pasar tradisional,” kata Yunianto.

Pada momentum ini, Disperindag Kota Yogya juga ingin menjadikan pasar tradisional sebagai magnet putaran ekonomi masyarakat. Transaksi jual-beli juga berjalan cair. “Banyak masyarakt yang menggantungkan aspek ekonomi dari keberadaan pasar tradisional. Mari kita jaga dan rawat sebaik mungkin pasar-pasar ini,” tandas Yunianto Sutono.

Setiba di Balai Kota, seluruh gunungan potensi yang dibawa kontingen menjadi rebutan ratusan warga. Adapun pasar tradisional yang mengikuti Grebeg pasar 2019 antara lain: Pasar Sentul, Pasar Gedong Kunning, Pasar Prawirotaman, Pasar Serangan, Pasar Lempuyangan, Pasar Ngasem, Pasar Gading, Pasar Beringharjo, Pasar Terban, dan Pasar Legi Kotagede.   (Dol)

 

 


share on: