KREASI TULOLA JEWELLERY: Mahakarya 'Puspita' bagi Putri Keraton Yogyakarta

share on:
Tampak para Putri Keraton sedang mencermati karya kreasi Tulola || YP/Fadholy

Yogyapos.com (YOGYA) - Tulola Jewellery menghadirkan kreasi mahakarya yang diberi nama 'Puspita' bagi Putri Keraton Yogyakarta. Karya ini terinspirasi dari karakter, budaya dan sejarah Yogyakarta.

Dalam launchingnya di Nurkdhakyan SPA Gandok Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Sabtu (12/10/2019) sore, tampak hadir GKR Hemas, GKR Condrokirono, GKR Hayu, GKR Bendoro, Gusti Putri (istri Wagub DIY) dan sejumlah tamu undangan. Acara ini akan berakhir pada 20 Oktober 2019.

Marketing Tulola, Ruthie Pasaribu mengungkapkan pihaknya membuat desain khusus Puspita bagi 5 putri Keraton Yogyakarta, dengan proses pengerjaan selama 3 bulan. Dikerjakan handmade oleh para pengrajin lokal. "Motif yang kami pakai perpaduan Bali dan Yogya, dengan teknik pahatan, patri dan gergajian. Simpel tapi berkelas. Ada aksen bunga Cempaka (kanthil) yang banyak tumbuh di lingkungan keraton," ujarnya.

Ada pun nama kelima desain tersebut  adalah Puspita Mangkubumi Brooch Gold Dip (karakter yang mengayomi), Pispita Kirono Necklace with Pearl Gold Dip (karakter teguh dan simbol keseimbangan), Puspita Madu Brooch Gold Dip (karakter lebut dan perkasa), Puspita Hayu Subeng with Rose Quarzt Gold Dip (karakter pribadi tegas dan kokoh), Puspita Berdoro Earcuff with rose Quarzt Gold Dip (karakter yang riang dan berani).

Sementara Co-Founder Tulola, Happy Salma menjelaskan memperoleh kehormatan mengkreasi mahakarya Puspita bagi petri keraton Yogyakarta. Ini merupakan bagian dari koleksi Art Wear Tulola dengan 5 deasin khusus dan dibuat secara terbatas. "Bahan desain perhiasan Tulola adalah campuran perak murni alloy, sterling silver 92,5 persen dan alloy. sedangkan sepuhan yang digunakan berupa emas 18 karat dan white platinum," jelasnya. (Dol)


share on: