KULIAH UMUM DJPPR KEMENKEU: Pengelolaan APBN Harus Produktif

share on:
Sebelum kuliah umum dimulai, Dr Winarno MM dan Endang Martiningrum SE Ak MBA bertukar plakat dan cinderamata || YP/Fadholy

Yogyapos.com (SLEMAN) - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) menggandeng civitas Fakultas Ekonomika Bisnis (FEB) UPN Veteran mengadakan kuliah umum di ruang seminar Gedung Frederik Lasut Lt.3, Jumat (11/10) siang.

Acara kuliah umum yang dikemas dalam tajuk InFest 2019 (Inclusive Festival DJPPR) ini mengusung tema ‘Menjaga Momentum Pertumbuhan Pembiayaan APBN’ dan diikuti sejumlah dosen serta 200 mahasiswa FEB UPN, yang terdiri dari prodi ekonomi pembangunan, manajemen dan akuntansi. Sebelum kuliah umum dimulai, secara simbolis pihak FEB UPN dan DJPPR Kemenkeu bertukar plakat dan cinderamata.

Dekan FEB UPN, Dr Winarno MM dalam sambutan singkatnya mengatakan sangat mengapresiasi langkah yang digulirkan DJPPR dengan mengadakan kuliah umum yang menitikberatkan pada petumbuhan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“Tema yang diusung sangat menarik untuk dikupas. Yakni menyoroti petumbuhan dan penyerapan APBN. Memberi jendela wawasan kepada mahasiswa kami soal APBN,” katanya.

Winarno juga menyebut, acara ini bisa memberi pemahaman kepada mahasiswa dan khalayak luas soal pengolalaan APBN yang produktif dan bermaslahat bagi warga negara.

Sementara itu, Direktur Evaluasi Akuntansi dan Setelemen DJPPR Kemenkeu, Endah Martiningrum SE Ak MBA menyebutkan, pembiayaan APBN 2019 memberikan peran fundamental bagi perekonomian Indonesia, di tengah ekonomi dunia yang pasang-surut. “Ketika kondisi global serba tidak menguntungkan, kami berharap perekonomian Indonesia bisa bertahan dan invasi terkendali. Pemerintah juga akan memgkonstruksi APBN 2019 yang sehat, adil dan mandiri,” ujar wanita berkaca mata ini.

Endang menambahkan, defisit APBN 2019 diarahkan semakin menurun di angka 1,84 persen PDB (produk domestik brutto), sehingga keseimbangan primer bisa mendekati positif. “Melalui kuliah umum ini, diharapkan bisa memberi pemahamam kepada para mahasiswa dan civitas akademika terkait peran pembiayaan APBN, pengelolaan dan pemanfaatannya. Sehingga kita bisa mengawal bersama-sama peningkatan kualitas pengelolaan keuangan negara,” tandas Endang.  (Dol)

 

 

 


share on: