LIGA HW I 2019, CAK NANTO: Muhammadiyah Punya Andil Besar di Bidang Sepak Bola

share on:
Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah Zulfikar Ahmad Tawalla memberikan sambutan saat pembukaan Liga WH I 2019, di Lapangan Pancoran Jakarta Selatan, Minggu (13/10/2019) || YP/Ist

Yogyapos.com (JAKARTA) – Persyarikatan Muhammadiyah tak diragukan lagi kiprahnya dalam dunia dakwah baik melalui bidang pendidikan dan sosial keagamaan. Kali ini lewat Angkatan Muda Muhammadiyahnya mencoba mengelorakan kembali dunia sepak bola di kalangan Muhammadiyah melalui Liga Hizbul Wathon (HW) I 2019.

Liga HW adalah turnamen sepak bola yang digelar oleh AMM mulai dari Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah.

Peserta klub HW adalah klub sepak bola yang terafiliasi dengan persyarikatan Muhammadiyah di semua tingkatan, baik Ortom maupun Amal usaha Muhammadiyah di seluruh Indonesia, yang terdaftar dan lolos verifikasi

Adapun setelah dilakukan penjaringan melalui website, kepanitian menerima sebanyak 38 Tim, yang dibagi ke dalam 4 Zona. Zona I meliputi Jakarta, Jawa Barat, Banten dan Lampung, diikuti 10 Tim sepal bola HW. Zona 2 (Jawa Tengah) diikuti 6 Tim. Zona 3 (DIY) 8 Tim dan Zona 4 (Jawa Timur) diikuti 12 tim.

Opening Ceremony dan kick off digelar, di Lapangan Pancoran Jaksel, Minggu (13/10/2019) pagi. Di Zona I diikuti sebanyak 10 tim yang nantinya akan diambil 1 tim sebagai pemenang Zona, serta akan dipertandingkan di final bertepatan dengan Muktamar Muhammadiyah 48, di Stadion Manahan Solo.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto menjelaskan, tujuan Liga HW ini mengembalikan peran Muhammadiyah di bidang sepak bola. Sebab Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat memiliki saham besar dalam sejarah awal perkembangan sepak bola Indonesia.

“Liga HW 1 2019 adalah bentuk komitmen serta penguatan organisasi Muhammadiyah dalam mendukung kemajuan sepak bola nasional untuk melanjutkan apa yang sudah dirintis Ki Bagus Hadikusumo dengan mendirikan Kauman Voetbal Club (KVC) yang kemudian bermetamorfosis menjadi persatuan sepak bola Hizbul Wathan (PSHW). Sampai sekarang, masih banyak PS HW yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia,” tambah Cak Nanto, sapaan akrab pria asal Madura ini.

Cak Nanto melanjutkan, dari rahim persyarikatan Muhammadiyah lahir pula tokoh besar yang mewarnai sepak bola Indonesia seperti Ir Suratin Sosrosugondo (Ketua Umum PSSI pertama), Abdul Hamid BKN (mantan Bendahara PSSI), Ir Dasron Hamid (Mantan Rektor UMY) dan Muhammad Djamiat Dalhar yang pernah menjadi bagian dari skuad Timnas baik sebagai pemain atau pelatih.

Tak kalah penting, tambah Cak Nanto, Liga HW 2019 ini juga untuk mendukung program Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. Demi peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional.

Karena itu, AMM bertekad kuat kembali menggelorakan spirit dakwah melalui lapangan hijau sebagai bentuk penguatan untuk memberikan kontribusi positif dalam hal mempersatukan perbedaan demi kemajuan bangsa dalam memajukan pesepakbolaan nasional dengan mempersiapkan potensi dan bibit atlet sepak bola.

“Walaupun ini yang pertama, diharapkan dapat digelar lagi yang lebih besar dan lahir bibit unggul untuk sepakbola Indonesia,” pungkasnya. (Akhir Lusono)


share on: