Pembangunan Apartemen Barsa City Diprotes Warga

share on:
Relawan Waljito selaku Koordinator lapangan melakukan orasi menyampaikan aspirasi warga memprotes pembangunan Barsa City || YP/Ismet NM Haris

Yogyapos.com (SLEMAN) - Puluhan warga Ngentak Caturtunggal Depok Sleman, Kamis (10/10) siang menggelar aksi protes di depan kantor pengembang Barsa City, Jalan Raya Solo Janti KM.7 Yogyakarta.

Dalam aksi yang dimotori relawan sosial Waljito, warga antara lain menyoroti soal proses pembangunan gedung betingkat di pemukiman padat penduduk, yang acapkali menimbulkan kebisingan, debu-debu beterbangan hingga berdampak rusaknya rumah warga dan ancaman berkurangnya debit air.

“Benarkah selama ini pembangunan apartemen mengganggu lingkungan?” tanya Waljito melalui mikropon, yang langsung disambut warga dengan teriakan ‘menggangguuuu..’

Waljito kemudian menyeru, menyampaikan aspirasi warga agar pihak pengembang meninjau pembangunan proyek tersebut.

Sedangkan Ketua RT-07 kompleks Dirgantara Ngentak Caturtunggal Depok Sleman, Budi Susilo ditemui di sela aksi mengatakan, pembangunan konstruksi apartemen berdampak pada 2 RW dan 7 RT.

“Dampaknya ada sekitar 15 rumah dilaporkan temboknya retak karena proses pemasangan tiang pancang. Tiap hari warga merasakan getaran yang luar biasa kencang. Jam kerja proyek juga dirasa menggangu warga, karena kerap sampai malam hari. Polusi debunya juga tak bias ditolerir,” katanya.

Untuk itu, Budi mewakili warga meminta kepada pengembang Barsa City untuk menjamin keamanan dan kenyamanan warga. Baik itu soal getaran dari tiang pancang ataupun air sumur yang tak boleh mongering.

“Soal ini harus tuntas. Warga dan pengembang harus ada pembicaraan win-win solution,” imbuhnya.

Terkait tuntutan dari warga, Martinus mewakili pihak Barsa City mengungkapkan siap bertanggung jawab sesuai komitmen perusahaan terhadap semua kejadian yang menimpa warga sekitar.

“Sejumlah aspirasi warga sudah kami tampung terkait gangguan getaran dari pembangunan tiang pancang. Untuk sosialisasi ulang dengan warga juga siap. Namun waktunya belum ditentukan, karena menunggu pimpinan. Sedangkan soal kompensasi belum ada laporan yang masuk ke kantor,” ujarnya.

Martinus juga menambahkan, soal kekhawatiran warga soal sumur kering, hingga sejauh ini pihak Barsa City belum melakukan bor sumur, karena pasokan dari PDAM masih cukup. “Intinya kami ingin masalah ini segera clear, tidak ada pihak yang dirugikan. Pokoknya saling menguntungkan kedua belah pihak,” pungkasnya. 

Proyek Barsa City berada di atas tanah seluas 1,7 hektar. Apartemen ini diproyeksikan menjadi hunian urban milenial yang cukup mewah. Dilengkapi sejumlah fasilitas seperti shop house dan Shopping Garden. Sementara aksi unjuk rasa yang dimulai pukul 14.00 sampai 15.20  berjalan damai dan lancar, dengan pengamanan dari aparat Polres Sleman dan Polsek Depok Barat. (Dol/Met)

 

 


share on: