PPPTK Matematika Yogyakarta Segera Gelar Seminar ISMaTel di Grand Dafam

share on:
Para pembicara dalam konferensi pers ISMaTel PPPPTK Matematika Yogyakarta, Rabu (16/10/2019) || YP/Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika Yogyakarta akan menggelar seminar internasional bertajuk Ethnomathematics In Teaching and Learning Process: What, Why and How ?, pada 20-125 Oktober 2019, di Drand Dafam Rohan Jalan Janti Banguntapan Yogyakarta.

 International Seminar on Mathematics Teaching and Learning (ISMaTeL) ini merupakan yang pertama diselenggarakan oleh PPPPTK Matematika Yogyakarta, untuk membuka wawasan guru tentang alternatif inovasi pembelajaran matematika.

“Sedianya kami ingin pelaksanaannya disini, tetapi bangunan gedung kami baru direnovasi sehingga dipindah ke tempat lain, ke hotel,” kata Kabid Fasilitasi dan Peningkatan Kompetensi, Dra Puji Iryanti MSc Ed kepada awak media, Rabu (16/10/2019).

Kabid Program dan Informasi, Dr. Rachmadi Widdiharto berencana untuk mengelar seminar internasional ini secara berkala, yakni dua tahun sekali. Seluruh provinsi mengirim utusan dari Kelompok Kerja Guru (KKG) maupun dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

“Ada 10 orang guru dari negara Asia Tenggara (selain Indonesia) alumni diklat Qitep in Mathematics, 34 perwakilan KKG/MGMP perwakilan provinsi, 6 guru yang diseleksi dari paper karya peserta 1000 guru magang keluar negeri, 100 orang dari guru, kepala sekolah, pengawas, dosen yang mendaftar,” katanya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Muhadjir Effendy bakal mengisi keynote speaker. Dr Nirmala Naresh dari University of North Texas, Amerika Serikat dan Prof Wilfredo V Alangui dari University of the Philippines Baguin, Philippina juga sebagai pembicara.

“Pembicara dari kami ada Dr Sri Wulandari MPd, kemudian ada Prof Dr Marsigit dari Universitas Negeri Yogyakarta,” kata Kepala PPPPTK Matematika Yogyakarta, Dr Dra Daswitia Astuty MPd.

Seminar ini untuk mendiskusikan isu terkait peluang dan tantangan implementasi pendidikan etnomatematika di sekolah bagi guru. Seminar ini juga diharapkan memberi wawasan bagu guru tentang apa itu etnomatematika, mengapa etnomatematika perlu diintegrasikan dalam pembelajaran matematika, hingga studi etnomatematika di situs budaya. 

Terdapat empat tempat yang akan dilakukan studi etnomatematika, yakni Candi Prambanan, Ratu Boko, Keraton Yogya dan Pusat kerajinan perak dk Kotagede, Yogyakarta. (Met)

 

 

 

 


share on: