RENCANA PERUBAHAN RUU KPK, MUSTOFA SH: Judicial Review Lebih Bijak

share on:
Mustofa SH || YP/Ist

Presiden Advokat Muda Indonesia (AMI), Mustofa SH menanggapi berbagai hal terkait RUU KPK yang tengah menjadi polemik di berbagai lini. Banyak pihak berpendapat agar Presiden Jokowi segera menerbitkan Perppu KPK. Namun tak sedikit pula kalangan akademisi yang menilai jika langkah judicial review lebih pas untuk dilakukan.

Mustofa SH menilai, judicial review adalah langkah yang paling bijak dilakukan dalam penanganan polemik RUU KPK. “Judicial review adalah langkah yang tepat. Disitu sesuai prosedur legal formil dan hak konstitusi. Dengan menempuh judicial review, kita bisa menguji dan mengkaji poin mana dari RUU KPK yang tidak sesuai dan harus direvisi,” jelas advokat Peradi ini usai menjadi pembicara pada diskusi publik di UIN Yogyakarta, Kamis (17/10/2019).

Menurut Mustofa, Perppu dan judicial review adalah dua langkah yang sangat berbeda. Perppu merupakan hak prerogratif presiden. Dan jika pada injury time Presiden Jokowi menerbitkannya, berarti aspirasi mahasiswa yang selama ini disuarakan terpenuhi. Namun bakal terjadi impact ke DPR. “Sedangkan untuk menempuh judicial review ke MK kita harus menunggu nomornya. Sudah ada beberapa teman saya yang mengajukan sebulan lalu. Kami rasa, ini waktu yang pas untuk kita ramai-ramai mengajukan judicial review ke MK,” imbuhnya.

Untuk sejumlah poin RUU KPK, Mustofa pun setuju dengan keberadaan Dewan Pengawas. Namun sayangnya, dewan pengawas disini tidak pro justicia. “Kan aneh, dewan pengawas tidak berasal dari praktisi hukum. Dewan pengawas harus paham hukum, independen dan berintegritas. Masyarakat adalah daya control demokrasi dan hukum. Tidak ada kekuataan yang absolute. Semua harus bergerak bersama membarantas korupsi. Karena koruspi adalah musuh kita bersama,” kata pria berpenampilan necis ini.

Terkait pimpinan KPK yang baru dibawah kendali Firli Bahuri, Mustofa Sh pun menaruh asa dan trust yang besar kepada KPK periode 2019-2023. “Pimpinan KPK yang terpilih harus kita dukung penuh. Terkait sepak terjang Firli Bahuri yang jadi perbincangan, bagi saya itu persoalan etis. Untuk kasus hokum Firli clear, tidak tersangkut apapun,” tandas Mustofa. (Dol)

 

 

 


share on: