Sekum IPM Ngampilan, Denting Azzahra: Tingkatkan Kepekaan Sosial Lewat Organisasi

share on:
Denting Azzahra Pinastinastiti || YP/Ist

BANYAK manfaan berorganisasi, salah satunya yang terpenting adalah melatih dan berlanjut meningkatkan kepekaan sosial. Itulah yang dirasa Denting Azzahra Pinastinastiti, Sekretaris Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Cabang Ngampilan Yogyakarta.

Denting, sapaan akrabnya, boleh dikatakan sejak kecil telah aktif menjadi kader Muhammadiyah. Bermula dari sekolah di TK ABA Sutopadan. Berlanjut ke SD Muhammadiyah Tegalrejo. Dari sekolah dasar inilah bakatnya berorganisasi mulai tampak. Ketika SD sudah didaulat untuk menjadi ketua kelas. Baik ketika kelas 4,  5 dan 6. Denting kecil sudah kelihatan senang berorganisasi. Pun dengan sosialisasi dirinya tampaknya memiliki bakat. Disaat kecil itu teman-temannya sudah banyak. Masa aktif  SD dilalui dengan baik.

Denting, kemudian melanjutkan ke SMP Muhammadiyah 1 Kota Yogyakarta. Remaja yang lahir 22 Januari 2003  juga mendapat amanah. Sejak kelas 1 sampai kelas 3 didaulat oleh teman-temannya sebagai ketua kelas.

“Sembari sebagai ketua kelas, ternyata ketika pemilihan ketua Pimpinan Ranting IPM SMP Muhi terpilih sebagai ketua IPM,” kenangnya.

Diluar kesibukannya berorganisasi, Denting juga sanggup meraih sejumlah kejuaraan. Sebut misalnya, pada 2008 menyabet juara III Lomba Bercerita. Bahkan ketika SD juara II FAS Tingkat Nasional, SMP juara III FLS2N dan juara I Lomba Baca Gurit Tingkat DIY, dan SMA juara Lomba Geguritan Tingkat DIY.

Remaja yang kini duduk di kelas XI IPS SMA Muhammadiyah 1 Kota Yogyakarta itu ternyata melanjutkan aktivitasnya berorganisasi di persyarikatan Muhammadiyah. Sejak duduk di kelas satu telah aktif di organisasi. Bahkan kini menjabat sebagai wakil sekretaris PR IPM SMA Muhammadiyah 1.

Menurut pemilik hobi menulis puisi dan membaca novel serta penyuka kegiatan traveling ini berorganisasi memiliki berbagai macam nilai positif.

"Bagi saya berorganisasi sangat bermanfaat. Diantara manfaat tersebut adalah melatih percaya diri, melatih public speaking, melatih dan meningkatkan kepekaan sosial, melatih kedewasaan, melatih bekerjasama serta toleransi dan tepa selira," tuturnya pada yogyapos.com.

Di usianya yang menjelang 17 tahun pada 22 Januari 2020 tersebut belum mau menggunakan sepeda motor pergi ke manapun termasuk ke sekolah. Alasannya belum cukup umur sehingga belum memiliki SIM.

Ketika ditanya suka dukanya berorganisasi, Denting yang kini tinggal dengan orang tuanya dan neneknya di Cebongan, Dk 4 Cungkuk, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul ini menyatakan berorganisasi lebih banyak sukanya. Bisa banyak teman dan juga banyak relasi siswa dari sekolah lain. Tantangannya juga bisa menjalin link dengan perusaahaan ketika menjadi panitia sebuah kegiatan. Adapun sedihnya ketika belum bisa menjalankan amanah dan menyenangkan orang lain.

“Terpenting dari semua itu adalah beribadah tidak lupa, belajar rajin, berorganisasi iklas untuk menggapai cita-cita,” tukas Denting menyampaikan mottonya. (Wibaksodipuro)

 


share on: