Yogyapos.com (BANTUL) - Penerapan UU Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY membawa konsekwensi perubahan penyebutan Pamong Desa menjadi Pamong Kalurahan. Perubahan ini sekaligus menuntut peningkatan pelayanan para pamong tersebut kepada masyarakat.
“Dengan adanya perubahan nama jabatan Pamong Desa menjadi Pamong Kalurahan diharapkan diikuti dengan peningkatan kepedulian dari para pamong dalam memberiikan pelayanan kepada masyarakat. Mereka harus lebih responsif melayani masyarakat,” kata Panewu (Camat) Bantul, Jati Bayu Broto dalam sambutan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Pamong Kalurahan Bantul, Kapanewon (Kecamatan) Bantul, di Aula Kalurahan Bantul, Senin (14/12/2020).
Diungkakan, sesuai amanat Undang-undang bahwa nama jabatan bagi Camat Lurah, Pamong dan istansinya menjadi berubah. Namun ini justru menjadi tantangan bagi Panewon, Kalurahan agar lebih tanggap terhadap tuntutan perkembangan pelayanan yang harus dilakukannya.
Adapun para pamong desa Bantul yang jabatannya diubah menjadi pamong kalurahan sebanyak 7 orang. Mereka adalah Ratna Handayani ST jabatan Carik Desa diubah menjadi Carik, Suharno selaku Kepala Urusan Tata Usaha menjadi Kepala Urusan Tata Laksana, Zaenal Arifin Kepala Urusan Keuangan menjadi Kepala Urusan Damarta, Fuad Yudhi Syakuri Kepala Urusan Perencanaan diubah menjadi Kepala Urusan Pangripta, Nursasmito SE Kepala Pemerintahan diubah menjadi Jagabaya, Kuswandi Kepala Seksi Kesejahteraan menjadi Ulu-Ulu dan Nanda Styawan Kepala Seksi Pelayanan menjadi Kamituwo. Sedangakan jabatan Dukuh sebanyak 12 orang kesemuanya tidak diuabh nama jabatannya yaitu Dukuh.
Lurah Bantul Supriyadi, usai melantik para pamongnya, mengatakan pengambilan sumpah dan pelantikan pamonhg Kalurahan Bantul Kapanewon Bantul kali ini merupakan tindak lanjut dan pelaksanaan UU Keistimewaan Yogayakarta Nomor 13 Tahun tentang Keistimewaan DIY.
“Ini kami lakukan sebagai tindak lanjut telah dilakukannya pelantikan dan pegambilan sumpah perubahan nama lurah desa se Kabupaten Bantul menjadi Lurah oleh Bupati Suharsono, di Kepatihan tanggal 9 Desember 2020,” jelasnya. (Supardi)
