DPRD Bantul Dukung Rencana Pengadaan Shelter Covid-19 di Setiap Kalurahan

share on:
Shelter yang ada di Panggungharjo Bantul || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Rencana mendirikan shelter Covid-19 di setiap kalurahan di Sewon Bantul mendapat respon positif dan dukungan dari para anggota DPRD setempat. Mereka bahkan mendesak agar semua kalurahan di Bantul yang jumlahnya 75 mempunyai shelfer untuk memberikan perawatan dan isolasi bagi para penderita Covid 19.

Pernyataan dukungan itu antara lain disampaikan Datin Wisnu Pranyoto (Fraksi Partai Gerindra), Johan Munandar (FPKB), Sadji (Fraksi PAN) dan Heru Sudibyo (Fraksi Partai Golkar). Mereka menyampaikan pernyataan itu di DPRD kabupaten ini, Selasa (19/1/2021).

Datin Wisnu Prayoto, menyatakan,  didirikannya shelter merupakan ide dan solusi yang bagus. Anggarannya bisa mempergunakan anggaran desa, namun jika kesulitan, maka Pemkab harus mencari solusi untuk menganggarkannya. “Apabila perlu dan mungkin  dan asalkan tidak menyalahi regulasi yang ada dari pemerintah pusat, juga dimungkinkan bisa, mwngakses Danais nuga bisa dilakukan,” katanya.

Johan Munandar juga berpendapat, shelter diperlukan oleh semua Kalurahan yang arahnya untuk kebutuhan semua pihak dalam penanganan Pandemi Covid-19. “Kalurahan Tamantirto Kasihan juga sudah persiapan mendirikannya. Itu bagus, kita dukung,” tuturnya.

Pada kesempatan sama, Sadji, menyatakan shelter harus didirikan. Tentang gedung untuk shelter bisa mempergunakan gedung-gedung yang ada dan kini masih mangkrak atau tak berfungsi. Misal eks gedung sekolah atau gedung pertemuan.

Heru Sudibyo menimpali pengadaan shelter merupakan langkah positif. Tentang anggarannya juga tidak masalah dan ada bahkan bisa diambilkan dari anggaran desa, Dinas Kesehatan ataupun yang lainnya yang diusahakan oleh  Pemkab Bantul.

"Untuk pengecekan dan penanganan oleh tenaga medis di shelter juga tidak masalah, karena nantinya tentunya juga ada pengawalan dari Puskesmas terdekat. Ini harus direalisasikan,” kata Heru.

Menurut Sekda Bantul, Helmi Jamharis Pemkab Bantul terus berupaya menambah shelter. Telah  membuat surat edaran ke desa untuk membuat shelter yang gunanya untuk merawat yang bergejala ringan dan tidak bergejala. 

“Jika kondisi pasien yang menjalani karantina di shelter semakin parah atau kondisinya semakin menurun, maka akan di rujuk ke RS yang memadai,” kata Helmi.

Ketua DRPD Bantul Hanung Raharjo, menyatakan berdasarkan informasi yang diperolehnya, kini setidaknya Bantul masih mengisolasi 1.043 pasien konfirmasi Covid-19. “Perlu adanya pengetatan protokoler kesehatan,” imbaunya. (Supardi)

 

 

 

 


share on: