Yogyapos.com (SLEMAN) - Tantangan pengawasan keuangan pemerintah di daerah oleh lembaga legislatif semakin berat, Sehingga DPRD Bantul mengadakan workshop tentang optimalisasi fungsi pengawasan DPRD terhadap siklus anggaran dan efektifitas pencapaian program pemerintah.
Workshop atas remkomendasi Bandiklat DIY ini bekerjasama dengan UPN Veteran Yogyakarta, di Hotel Idoluxe Sleman, Jumat-Minggu (5-7/2/2021).
Ketua DPRD Bantul, Hanung Raharjo STdalam sambutan pembukaan, mengatakan dengan adanya whorkshop ini diharapkan bisa memperluas wawasan dan skil para anggota DPRD Bantul dalam melakukan pengawasan anggaran yang ada.
“Dengan adanya kegiatan ini, kita semua mengharapkan bisa memperoleh banyak ilmu di bidang penguawasan,” katanya. Harapan senada disampaikan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPN Veteran Yogyakarta, Dr Hendro Wijanorko MM
Sementara itu, nara sumber dari Kemendagri, Sahat Marulitua menyampaikan, mulai tahun 2021, sesuai dengan ketentuan, pengawasan keuangan pemerintah semakin ketat. Artinya kegiatan ada anggarannya. Dan semua anggaran harus ada kegiatan yang jelas pula.
“Dalam hal ini maka Ketua DPRD merupakan kunci legalitas DPRD. Badan musyawarah DPRD berperan penting dalam penganggaran," kata Sahat.
Di sela kegiatan ini, Wakil Ketua DPRD Bantul, Nur Subiyantoro, menyatakan berdasarkan pengalaman yang dialaminya, dengan adanya workshop mampu meningkatkan wawasan dan SDM para pesertanya. "Saya sudah sering ikut kegiatan seperti ini. Manfaatnya sangat banyak,” kata Nur Subiyantoro.
Anggota DPRD Bantul, Heru Sudibyo juga menyatakan, dengan adanya workshop ini sangat bermanfaat bagi yang mengikutinya. Ini penekanannya pengawasan siklus anggaran juga sangat penting bagi DPRD.
“Apalagi mulai per tahun 2021 dari pemerintah ada kebijakan yang baru terkait dengan pengawasan penganggaran. Nanti diterapkan Sistim Informasi Perangkat Daerah (SIPD). Ini penting untuk diketahui oleh legislatif,” kata Heru.
Menurutnya, anggaran yang sudah diputuskan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) dan DPRD bisa berubah sewaktu waktu saat ada perubahan (dialihakan) anggarannya untuk keperluan yang lebih penting. Dengan ikut whorkshop sebelum melakukan pengawasan, peserta sudah menguasai cara dan tehniknya.
Pada kesempatan sama, Angaota DPRD Bantul, Teguh Santoso, menyatakan, pihaknya merasakan memperoleh manfaat yang banyak melalui horkshop ini. "Maka saya akan mengikuti sampai tuntus dan seksama agar memperoleh ilmu terkait dengan ketugasan kedewanan terutama fungsi pengawasan,” kata Teguh. (Supardi)
