Yogyapos.com (BANTUL) - Kapolri Jenderal Polisi Drs Idam Aziz MM, memerintahkan jajaran yang bertugas dalam pengamanan Nataru (Natal 2020 dan Tahun Baru 2021) dan masyarakat mewaspadai terhadap kemungkinan terjadinya gangguan kamtibmas.
“Gangguan kamtibmas itu diantaranya meliputi teroris, ekstrim atau aliran keras kanan dan kiri, kreminalitas dan bencana alam,” jelas Kapolri dalam amanatnya pada Apel Gelar Pasukan Ops Lilin Pengamanan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, yang dibacakan oleh Bupati Bantul Drs H Suharsono selaku Inspektur Upacara, di Mapolres Bantul, Senin (21/12/2020).
Perintah antisipas gangguan kamtibmas itu dilandasi dengan penuh didikasi dan pengabdian untuk nusa dan bangsa. Selain itu dilakukan dengan cara humanisme namun tegas dan penuh kewaspadaan.
Untuk menunjang pengamanan yang berlangsung 24 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021 kali ini secara nasional didirikan puluhan ribu Pospam dengan personil dan kekuatan yang mencukupi. Ini semua untuk mengupayakan terciptanya ketertiban dan keamanan dan siruasi yang kondusif di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi S usai apel gelar pasukan ini menyatakan dalam pengamanan Nataru pihaknya menerjunkan kekuatan sekitar 70 personil. Personil itu termasuk dari 17 Polsek di wilayah hukum Polres Bantul dan mapolres sediri.
“Kami dibantu oleh TNI, Sat Pol PP dan Dinas Perhubungan. Selain itu juga dibantu sarana dan prasarana 4 Pos Pam yaitu Piyungan, Kretek, Srandakan dan Sedayu,” kata Wachyu.
Kebijakan yang terbaru, terkait dengan pencegahan Covid-19, bahwa obyek wisata di Bantul selama malam Tahun Baru, Kamis (31/12/2020) Pukul 17.00 WIB hingga Jumat (1/1-2021) Pukul07.00 WIB, semua obyek wisata di Bantul terpaksa ditutup untuk wisatawan.
Apabila terjadi kepadatan dan penumpukan arus lalu lintas, maka akan diurai sehingga diharapkan arusnya bisa lancar. Pentas seni secara berkelompok dihimbau ditiadakan. Bila ada nantinya terpaksa akan dibubarkan oleh pihak keamanan. (Supardi)
