Meski Sudah Musim Hujan Warga Dusun Serut Tetap Kesulitan Air

share on:
Tugiyo setiap hari harus berjalan kaki lumayan jauh untuk memeroleh air bersih || YP-Nasrudin

Yogyapos.com (GUNUNGKIDUL) - Seperti inilah kisah kehidupan sehari-hari warga Dusun Kayoman, Desa Serut, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul. Meski sudah memasuki musim penghujan warga Dusun Kayoman masih kesulitan air bersih, kondisi ini telah berpuluh-puluh tahun dialami warga setempat, karena di dusunnya tidak mempunyai sumur yang cukup dalam untuk mempung air baik saat kemarau terlebih saat penghujan.

Kondisi tersebut seperti yang diceritakan Bu Sisri yang sudah lebih 50 tahun ia tinggal di Dusun Kayoman. Setiap hari rela mengambil air 5-6 kali sehari berbekal derigen dan gentong.

Lebih tragis lagi ketika musim kemarau, sumur galian satu-satunya yang terletak di Sendang setempat sudah pasti mengering. Akhirnya berbodong-bondong warga harus mengambil air di Sumur Sendang lain yang jauhnya 1 kilometer, itu mereka lalui dengan berjalan kaki bahkan harus mengantri dari jam 2 sampai 3 dinihari.

Kisah serupa disampaikan Tugiyo, seorang buruh tidak tetap di Dusun Kayoman. Biasanya kalau sudah sulit air ia akan mengantri dari jam 02.00 dinihari dengan menenteng Jerigen.

“Ya sebenarnya juga takut, tapi namanya juga butuh air, namanya malam gelap, takut ada apa-apa, tahu-tahu ada ular atau apa kan gak kelihatan,” ungkap Tugiyo.

Alternatif lain sebenarnya ada untuk memenuhui kebutuhan air bersih warga Kayoman yaitu dengan membeli air dari truk tangki, namun karena rata-rata ekonomi warga adalah masyarakat prasejahtera, beli air dengan harga 300 ribu per tangki, merupakan harga yang tidak bisa dijangkau warga.

“Beli darimana mas, untuk makan saja susah,” ungkap Tugiyo.

 

Menyaksikan kenyataan demikian, ACT DIY tak henti-henti mengetuk hati masyarakat yang mampu untuk menyalurkan sebagaian hartanya bagi pembuatan sumur wakaf.

ACT DIY bertekad dan selalu berupaya bersama untuk memutus kesulitan air bersih di Dusun Kayoman, dengan membangun sumur wakaf. “Insyallah akan menjadi kebermanfaatan yang luas bagi warga Kayoman, serta menjadi pahala jariyah bagi para pewakif,” ajak Kharis koordinator Program ACT DIY, saat mengunjugi Dusun Kayoman, Selasa (9/11/2020). (*/Met)

 

 


share on: