Yogyapos.com (BANTUL) - Arus lalu lintas (lalin) di Jalan Yogya-Wonosari Km 15 atau sekitar Bukit Bnitang Jalan Dusun Plesetan Trimulyo Piyungan Bantul, telah normal kembali. Sehari sebelumnya di kawasan tersebut sempat krodit karena sebagian bahu jalan tertutup longsor Bukit Bintang.
“Semula longsorannya sempat menutupi marka jalan. Namun sudah dibersihkan oleh para petugas terdiri dari SAR, relawan dan warga, sehingga sejak sekitar kemarin Pukul 21.00 WIB hingga kini sudah normal kembali,” kata Margono (57) didampingi Sugeng Agus (50), warga di lokasi kejadian, Sabtu (19/12/2020).
Margono mengungkapkan, longsor terjadi pada Jumat (18/12/2020) akibat dari guyuran air hujan yang secara terus menerus selama dua hari terahir. Dinding bukit di pinggir jalan ini berjenis tanah lempung. Bukit yang tingginya sekitar tujuh meter dan panjang sekitar 18 meter ini tidak dilengkapi dengan bangket, sehingga rawan longsor saat diguyur hujan deras yang intens.
“Untuk mengupayakan agar nantinya tidak terjadi lagi longsor, maka diharapkan pemerintah (Dinas Pekerjaan Umum) segera membikinkan bangketnya,” harapnya.
Bukit Bintang secara gioqrafis masuk wilayah Kabupaten Bantul. Lokasi ini merupakan yang juga sering dikunjungi para wisatawan. Dari atas bukti ini mereka dapat menikmati panorama alam sekitar hingga tembus ke Yogyakarta. Terutama pada malam hari, sejauh mata memandang tampak kerlap-kerlip penerangan (listrik) dari rumah-rumah penduduk dan gedung-gedung.
Menuju kesana pun terasa mengasyikkan, karena jalan berkelok dan naik-turun. Kanan-kiri dipenuhi pepohonan rindang dan Asri. Tak pelak, kawasan ini mengundang daya tarik masyarakat.
Menurut Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto membenarkan tentang terjadinya longsor dinding Bukit Bintang. Tak ada korban jiwa dalam persitiwa ini, dan pihaknya juga telah melakukan evakuasi longsoran tanah.
“Bukit bintang merupakan lokasi yang juga dikategorikan rawan longsor. Sedangkan wilayah di Bantul yang rawan bencana itu yaitu Piyungan, Pajangan, Dlingo dan Imogiri,” kata Dwi Daryanto. (Supardi)
