Yogyapos.com (BANTUL) - Semua Desa (Kalurahan) di Kapanewon Sewon Kabupaten Bantul segera mempunyai shelter untuk memberikan perawatan dan isolasi bagi para penderita Covid-19.
“Meski di Kalurahan Panggungharjo sudah mempunyai shelter di Gedung Yayasan Veteran Rumah Sakit Parmasuri, namun Kalurahan Pandowoharjo Bangunharjo dan Timbulharjo Sewon sedang pesiapan mendirikannya,” kata Panewu Sewon, Dananf Irwanto kepada yogyapos.com, saat melakukan koordinasi untuk pemakaman penderita Covid-19, di Kalurahan Pandowoharjo, Selasa (19/1).
Shelter baru sangat diperlukan karena Sewon merupakan wilayah yang rawan bertambahnya jumlah penderita Covid-19. Jumlah penderitanya tidak ketahui secata pasti dan diperkirakan mencapai ratusan serta cenderung meningkat. Bahkan ada beberapa orang yang meninggal dunia.
Rencananya lokasi shelter untuk Pandowoharjo berada di Kalurahan Jalan Bantul. Bangunharjo di Jalan Imogiri Barat dan Timbulharjo di Jalan Parangtritis. Sedangakan Pangungharjo sudah ada di RS Parmasuri.
“Ini harus terealisi karena sangat diperlukan. Maka kini kami sibuk melakukan koordinasi persiapan dengan pemerintah desa itu dan Dinas Kesehatan Bantul untuk mendirikannya,” kata Danang.
Tentang shelter yang berada di RS Patmasuri ini, menurut Plt Kasi Pengendalian Penyakit menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul dokter Budi Nur Rokhmah, berkapasitas 54 tempat tidur. Dilengkapi dengan tiga kamar cadangan. Fungsi kamar cadangan, untuk tempat observasi pasien yang memiliki penyakit penyerta. Sekaligus memudahkan pemantauannya. Sejak (17/1) hingga saat yang dirawat para pasiennya dengan gejala ringan dan tanpa gejala.
Ada sebanyak sepuluh pasien masuk ke Shelter Patmasuri pada Jumat sore (15/1). Kemudian pada hari berikutnya masuk sembilan pasien. Mereka ditempatkan di bangsal bekas VIP. Sedangkan bangsal utara yang berkapasitas 35 bed masih kosong. Direncanakan akan menerima pasien lagi Rabu (20/1), sebab masih perlu pembenahan.
Perlengkapan yang ada yaitu fasilitas pemeriksaan mandiri antara lain alat cek tensi dan suhu tubuh otomatis. Shelter juga dijaga enam perawat dan tiga dokter konsultan. (Supardi)
