Yogyapos.com (SLEMAN) - Masa pengerjaaan lanjutan proyek pembangunan gedung Setda atau Kantor Bupati Sleman di Jalan Parasamya Tridadi Sleman akhirnya diperpanjang. Molornya pengerjaan lantaran terdampak Covid-19 sehingga proses pengiriman material berupa kaca ukir menjadi tertunda maka berimbas langsung pada proses pekerjaannya. Mestinya masa kontrak pengerjaaan hanya sampai 30 Desember 2020.
PT Anggaza Widya Ridhamulia yang beralamat di Jalan Gayungsari VII No. 12 Lantai 2 Surabaya selaku kontraktor pelaksana mendapatkan bonus tambahan waktu untuk menuntaskan proyek dengan nilai kontrak mencapai Rp 26 miliar itu. Tambahan waktu pengerjaan juga mendapatkan dukungan produsen yang menyatakan soal alasan keterlambatan tersebut.
”Produsen beberapa vendor utama berupa kaca itu terkena dampak pandemi, diantaranya produksi dan pengiriman dari Jakarta menjadi terhambat, sebenarnya sudah dijadwalkan sejak Desember, namun barang baru akan dikirimkan pada 10 Januari 2021 mendatang, sehingga diberikan konpensasi tambahan waktu pelaksanaan selama 30 hari,” terang Sukarmin ST, PPK Pembangunan gedung Setda Sleman kepada yogyapos.com, Kamis (31/12/2020).
Menurut dia, keadaan ini merupakan situasi diluar kendali para pihak, sisa pekerjaaan tersebut terdapat pada bagian Atrium B yang nantinya merupakan ruang publik atau umum. Sedangkan bagian telah rampung diantaranya pada Blok A merupakan ruang wakil dan staf ahli dan pada Blok C yaitu sebagai area untuk ruang Bupati, Setda dan Asek.
”Yang belum selesai pada bagian atrium yaitu pada kaca, pemasangan kaca itu sudutnya harus disesuaikan satu-satu, kita pesan kaca utuh kotak ukuran 1,2 x 2,4 meter, dan tingkat kesulitan dalam pemasangan juga luar biasa,” ujarnya.
Data yang dihimpun yogyapos.com, kontrak pekerjaaan gedung Setda lanjutan sesuai Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran (DPPA) bernomor : DPPA Setda 163/1.01.03.01/Kep.Ka.BKAD/DPA-rev.SKPD/2020 tanggal 28-04-2020 berdumber dari APBD. Dengan melibatkan konsultan pengawas PT. Elcentro Engineering Consultant asal Yogyakarta dan Konsultan Perencana PT Arsigraphi Konsultan Teknik dari Yogyakarta
Sebelumnya pada tahap 1 pembangunan digarap oleh kontraktor PT Trisna Karya asal Surabaya juga, digelontorkan anggaran senilai Rp 15 miliar. (Eko Purwono)
