Yogyapos.com (SLEMAN) - Gelaran Niti Laku Virtual Tahun Kembar dalam rangka perayaan Dies Natalis UGM ke-71 secara daring, Minggu (13/12/2020) berlangsung meriah. Sejumlah perwakilan Keluarga Alumni Gajah Mada (Kagama) dari berbagai propinsi dan kabupaten di Indonesia unjuk kebolehan menampilkan kesenian tradisional masing-masing, individu maupun berkelompok.
Suasana semakin meriah dengan tampilnya artis penyanyi idola anak muda Rizky Fabian. Pada kesempatan tersebut, Rizky membawakan beberapa buah tembang hitsnya untuk menghibur para peserta seperti, Mantera Cinta, Kesempurnaan Cinta serta beberapa tembang hits miliknya.
Prosesi Nitilaku Virtual dibuka dengan pembacaan sejarah kelahiran UGM dimasa perjuangan oleh Nasarius Sudaryono dan dilanjutkan dengan Pawai Virtual 20 buah Pataka UGM, yang dilepas secara simbolik oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X dari Kraton Yogyakarta menuju Balairung UGM. Pataka-pataka yang merupakan simbol setiap Fakultas di UGM tersebut diserahkan dari Pimpinan Bregada kepada Rektor UGM Prof Panut Mulyono, kemudian ditancapkan di halaman Balairung UGM.
Kirab Pataka ini merupakan simbol dari perjalanan perpindahan kampus Universitas Gajah Mada dari Kraton Yogyakarta ke Kawasan Bulaksumur , Catur Tunggal, Sleman. Pada tahun-tahun sebelumnya, Nitilaku UGM dirayakan dalam bentuk karnaval budaya, namun mengingat tahun ini negara sedang dilanda Pandemi maka Nitilaku UGM dilaksanakan dengan format virtual melalui aplikasi Zoom dan ditayangkan langsung juga lewat youtube.
Meski dilaksanakan secara virtual sejumlah pejabat, tokoh serta para alumni UG terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Beberapa diantaranya Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Menko Polhukam Mahfud MD, Menhub Budi Karya Sumadi, Ustadz Wijayanto, Menkes dr Terawan serta beberapa tokoh serta alumni lainnya.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X dalam sambutannya mengungkapkan, Dies Natalis UGM selalu dirayakan dengan kegiatan Niti-Laku, yang sebelumnya telah dilakukan Nitik-Laku sejarah kelahirannya. Kegiatan selanjutnya adalah Napak-Laku para pendahulu peletak dasar UGM.
“Dari kesemuanya itu, yang terpenting adalah Nata-Laku untuk Nanting-Laku ke depan, agar semangat ke-UGM-annya selalu menjadi pandam-pandoming laku kehidupan Kampus UGM untuk mengukuhkan jatidirinya sebagai Universitas Perjuangan, Kebangsaan, Kerakyatan dan Universitas Pancasila serta Pusat Kebudayaan,” ujar Sri Sultan dihadapan para peserta .
Sultan menambahkan, kesemua predikat yang selama ini telah disandangnya UGM, tidak lain adalah sebuah harapan, agar UGM ke depan menjadi actor of change menuju peradaban baru yang maju dan tetap kukuh-berakar pada jatidirinya. Dengan modal keagungan literasi Guru Besar, kecerdasan kolektif para Staf Pengajar, dan invensi para Peneliti, serta kalangan inovator-kreatifnya, diharapkan UGM siap memasuki Era Digitalisasi dan Revolusi Industri 4.0, serta melewati masa pandemi Covid-19 ini.
Sementara itu Ketua Umum Kagama, Ganjar Pranowo disela-sela kegiatan bersepeda dalam sambutan live streaming mengungkapkan, perayaan Dies Natalis yang diwujudkan dalam kegiatan Nitilaku Virtual tersebut menunjukkan bahwa para alumni UGM tidak pernah kehilangan kreatifitas. Namun yang terpenting semangat persatuan dan guyup rukun antar alumni tersebut hendaknya harus senantiasa terjalin.
Karena sekarang ini negara kita sedang berada dalam kondisi yang sulit maka Ganjar berharap, maka kontribusi pemikiran Kagama masih sangat diperlukan.
“Hari ini saya melihat, ternyata dalam kondisi apapun teman-teman masih mampu menampilkan tarian adat, kreasi seni serta kreasi lainnya. Ini tentu patut kita apresiasi,” tandas Ganjar. (*/Sulistyawan Ds)
