Sejumlah Kalurahan di Bantul Merger Dirikan Shelter Covid-19

share on:
Sekda Bantul, Helmi Jamharis || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul tetap mendorong kalurahan untuk mendirikan shelter yang gunanya sebagai tempat alternatif isolasi dan merawat para penderita Covid-19.

“Kami hingga sekarang selalu mengupayakannya. Kini sebanyak 72 dari 75 kalurahan sudah mendirikan. Sedangkan yang tiga belum ada kepastian,” kata 

Sekda Bantul, Helmi Jamharis, di Bantul, Rabu (27/1/2021).

Dari 72 kalurahan itu diantaranya Panggungharjo dan Bangunharjo Kapanawon serta Sumber Mulyo Kapanewon Bambanglipuro. Namun ada sejumlah desa yang dalam mendirikannya dengan cara marger (menggabung) dua atau tiga kalurahan mendirikan satu helter.

Panggungharjo shelternya di RS Patmasuri, Bangungharjo di SKB Sewon dan Sumber Mulyo di salah satu gedung yang ada di sekitar.

“Saya tidak hafal secara pasti tentang kalurahan yang belum dan yang sudah mendirikannya. Namun akan segera kami cek. Selain itu diupayakan kesemua desa diupayakan akan didorong untuk mendirikannya,” kata Helmi.

Helmi yang juga selaku Ketua Gugus Percepatan dan Pembetantasan Covid-19 Bantul, menambahkan, shelter desa difungsikan untuk isolasi dan merawat pendirita yang OTG (Orang Tanpa Gejala). Penderita yang berkriteria sedang di rawat di Rumah Sakit Khusus Lapangan di Sumber Mulyo dan yang berat dan perlu rujukan akan dirujuk ke SR.

Menjawab pertanyaan tentang bagiamana tindak lanjut eks Gedung Piramid diusulakan untuk dipergunakan shelter, Helmi menyatakan, itu terus ditindak lanjuti.

Mengenai jumlah penderita Covid-19 di Bantul mencapai berapa, pihaknya belum mengetahui secara pasti. Yang jelas yang dirawat atau sedang diisolasi ada 1.000 orang lebih. (Supardi)

 

 


share on: