Sejumlah Lurah Siap Dirikan Shelter Covid-19, Tapi Soal Anggaran?

share on:
Kantor Dinkes Bantul tambah pekerjaan menganjurkan setiap kelurahan untuk mendirikan shelter seiring meningkatnya persebaran Covid-19 || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Sejumlah Kalurahan di Kabupaten Bantul mulai melakukan persiapan mendirikan shelter untuk isolasi dan merawat warganya yang terpapar Covid-19. Sikap ini merupakan respon instruksi dari Pemkab Bantul Cq Dinkes setempat, sehingga sangat mendukung proses percepatan pencegahan persebaran Covid-19.

Persiapan meliputi pengadaan tempat, anggaran dan sikap warga membolehkan atau tidaknya. Bahkan ada yang memilih mempergunakan sistim isolasi mandiri kerlgimbang dengan mempergunakan shelter. Hal itu sebagaimana yang terjadi di Kalurahan Segoroyoso Pleret, Wirokerten dan Jambidan Banguntapan serta Argodadi Sedayu.

Lurah Segoroyoso, Miyadiana kepada yogyapos.com, Kamis (21/1), di kantornya, menyatakan prinsipnya menyambut dan merispon positif anjuran agar kalurahan mendirikan shelter. Tetapi kondisi di Segoroyoso, kaitannya dengan isolasi bisa dengan sistem mandiri. Selama ini sudah berjalan dengan kearifan lokal yaitu didukung oleh kepedulian dari warga setempat kepada yang berisolasi mandiri.

“Misalnya warga menyediakan logistik dan lainnya yang diperlukan oleh yang berisolasi mandiri. Bahkan contohnya yang terjadi bila yang berisolasi memnyai hewan ternak, maka selama waktu isolasi para tetangganya menyediakan pakan ternak untuk ternak milik yang diisolasi. Jadi di Segoroyoso tidak harus ada shelter,” kata Miyadiana.

Ia menambahkan, jika Pemerintah Kalurahan harus menyediakan dan mengeluarkan anggaran biaya, dirasa menjadi ribet karena harus mengubah rencana keuangan yang telah tersusun.

Lurah Argodadi, Prayitna, menyatakan pihaknya masih banyak mempertimbangkan untuk mendirikan shelter. Yang dipertimbangkan tempatnya dimana, anggaran, dan disetujui dan tidaknya oleh masyarakat.

“Jadi hingga kini meski kami menyambut positif anjuran pemerintah Bantul, namun untuk mendirikan shelfer masih banyak mempertimbangkannya bahkan harus  berembuk dengan DPD,” kata Prayitna.

Dihubungi terpisah, Carik Desa Wirokerten, Rini Widiastuti menurturkan, pihaknya sejak tiga hari terahir hingga kini masih melakukan persiapan untuk mendirikan shelter. Persiapan itu misalnya rapat koordinasi untuk mwlenentukan tempat yang representatif, meski telah banyak yang diajukan sebagai alternatif. Selain itu, sekalipun anggaran desa ada, namun juga harus diperhitungkan secara matang.

“Menurut hemat kami shelter harus dilengkapi MCK, tempat tidur dan ruangan yang representatif karena untuk orang diisolasi nyaman. Ini yang perlu dipertimbangkan oleh Pemerintah Kalurahan Wirokerten,” katanya.

Sementara Lurah Jambidan, Zubaidi, menururkan pihaknya untuk mendirikan shelter siap. Namun tentang biaya anggaran tidak tersedia jika kalirahan harus mengeluarkan biaya. Tempatnya juga masih beluk bisa ditentukan. (Supardi)

 

 

 


share on: