UAJY Luncurkan Kanal Anti Kekerasan, Ini Tujuannya

share on:
Rektor UAJY, Dr G Sri Nurhartanto SH LLM saat kampanye 'Ruang Suara Dibuka' dan Launching Platform Pelaporan Kekerasan, Senin (8/6/2026) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) bersama Program Studi Informatika dan Mata Kuliah Kampanye Komunikasi Strategis Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menyelenggarakan Kampanye dengan tema “Ruang Suara Dibuka” dan Launching Platform Pelaporan Kekerasan, Senin (8/8/2026). 

BACA JUGA: Bertemu Erick Thohir, Bupati Harda Usulkan Revitalisasi Stadion Tridadi Nasional

Kanal pelaporan siap.uajy.ac.id ini merupakan singkatan dari Sistem Informasi Aduan dan Pelaporan. Platform ini merupakan hasil kolaborasi Satgas PPKPT UAJY bersama dosen Departemen Informatika, Brian Putra Prakasa ST MKom bersama tim mahasiswa bimbingan. 

BACA JUGA: Wabup Sleman Launching Pembayaran Pajak Daerah Melalui PT Bank Syariah Indonesia

Rektor UAJY, Dr G Sri Nurhartanto SH LLM, menegaskan bahwa alasan peluncuran platform ini adalah dapat memudahkan akses pelaporan kekerasan oleh korban atau orang terdekat agar kasus kekerasan itu dapat ditangani dengan cepat. 

Ketua Satgas PPKPT UAJY, Theresia Diyah Wulandari SFil MM PhD, menjelaskan melalui peluncuran kanal pelaporan kasus kekerasan ini, UAJY memenuhi amanat Permendikbudristek No. 55 Tahun 2024 tentang Satgas PPKPT, di mana perguruan tinggi wajib menyediakan sarana dan prasarana yang meliputi dua fasilitas utama, yaitu kanal pelaporan dan ruang penanganan. 

BACA JUGA: 47.012 Jemaah Telah Kembali, Menhaj Matangkan Perbaikan Layanan Haji 1448 H

‘’Sejak berdirinya PPKPT pada Januari 2025, kami sudah menerima laporan sebanyak 26 kasus kekerasan yang dilaporkan secara personal entah itu kepada tim satgas maupun lewat nomor pribadi. Sehingga, menurut kami perlu adanya satu platform yang terintegrasi dan bisa diakses yang memudahkan bagi pelapor,” tandas Wulandari.

BACA JUGA: Marching Band UAJY Ikut Meriahkan Festival Kirab Budaya Tresno Pancasila di Malioboro

Dalam mendukung kanal pelaporan digital ini, Ketua Tim Belmawa (Pembelajaran dan Kemahasiswaan) LLDIKTI Wilayah V, Muhammad Iqbal Fauzi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran kanal pelaporan kekerasan siap.uajy.ac.id. Kanal ini memungkinkan korban lebih memiliki ruang untuk berbicara dan didengar.

BACA JUGA: Polres Sleman Amankan Tiga Oknum Pelajar Tersangka Penganiayaan, BB Celurit

“Saya sangat mengapresiasi dan senang sekali dengan kehadiran platform pelaporan untuk korban kekerasan yang ada di Universitas Atma Jaya Yogyakarta ini,” tuturnya.

Sekretaris Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak Korban Kekerasan (PTP2TA/P2TPAKK) Daerah Istimewa Yogyakarta, Yohana Santi Rosmawati juga menyampaikan apresiasinya kepada UAJY atas peluncuran kanal siap.uajy.ac.id ini. Berkat kanal ini PTP2TA DIY dapat menjalin kerja sama dengan pihak kampus dalam menangani kasus kekerasan.

BACA JUGA: Membanggakan! Mahasiswa Polteknaker Raih 10 Penghargaan di Dua Ajang Nasional

“Saya apresiasi sekali. Yang pertama-tama saya senang sekali dengan Universitas Atma Jaya ini yang sudah memiliki Satgas PPKPT. Dan kami menjadi lebih senang karena kami punya jejaring yang lebih karena dulunya kami kesulitan masuk kampus. Sehingga, kalau ada kasus kami tinggal kontak-kontakan dengan satgas, demikian juga jika satgas membutuhkan sesuatu dari kami,” ujarnya.

BACA JUGA: Walikota Hasto Wardoyo Targetkan Bedah 22 Rumah Selama Sebulan

Dosen pengampu mata kuliah Kampanye Komunikasi Strategis, Prof. Gregoria Arum Yudarwati, S.I.P., M.Mktg. Comm., Ph.D., turut menegaskan bahwa mahasiswa dalam memenuhi kewajiban mata kuliah ini tidak hanya harus bisa membuat kampanye tetapi yang utama adalah mengetahui nilai-nilai yang dikembangkan juga di UAJY.

BACA JUGA: Komunitas Tari Atma Jaya Pentaskan 'Pralina Tirta Bhuwana'

UAJY berharap agar kanal ini dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga dapat mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan akademik serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keatmajayaan, yaitu berintegritas, unggul,  inklusif, dan humanis. (Red)


share on: