Warga Terganggu Polusi TPA Piyungan, Armada Pengangkut Sampah pun Henti Beroperasi

share on:
Gugusan sampah di TPA Piyungan ini berasal dari kota Yogya, Kabupaten Sleman dan Bantul || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Warga di sekitar Tempat Pembungan Akhir (TPA) Piyungan sejak Kamis (17/12/2020) lalu menolak truk-truk pengangkut sampah dari kota Yogya, Bantul dan Sleman menurunkan muatannya di sana. Akibatnya sampai kini tak ada lagi truk-truk pengangkut sampah bergerak dan menurunkan muatannya di TPA yang terletak di Dusun Ngablak, Sitimulyo, Piyungan, Bantu.

Pemantuan yogyapos.com di lokasi, Sabtu (19/12) menunjukan tak satu pun truk yang membongkar dan membuang sampah di tempat tersebut. Bahkan loket penimbangan juga tutup, kantor Sekretariatnya juga sepi.

Beberapa waraga setempat diantarannya Rojikun (62) dan Jumiran (58), ketika ditanya tentang hal itu, membenarkan bahwa sejak kemarin hingga kini belum ada satu armada truk pengangkut sampah yang membongkar dan membuang sampah di TPA ini.

Benar Pak, hingga kini belum ada lagi truk yang berani membuang sampah ke sini. Kami tidak tahu kapan waktunya ada truk yang kesini lagi,” kata Rojikun di sela mengembala sapinya di TPA ini.

Menurutnya, truk yang ada di tempat tersebut saat ini bukanlah armada pembuang sampah. Beberapa armada itu merupakan pegangkut barang hasil memulung para pemulung dari TPA kepada para pembelinya yang ada di berbagai tempat diantaranya Bantul dan Kota Yogyakarta.

Fajar Resto (30) selaku petugas dari Karangtaruna Srimulyo Piyungan yang juga sering membuang sampah di TPA ini, mengatakan pada hari-hari biasa sebelumnya ribuan ton sampah yang dibuang di TPA ini. “Tapi selama dua hari terakhir tidak ada sama sekali sampah yang masuk. Ini wakibat warga menolak truk yang masuk karena dinilai menganggu warga terkait sampah menimbulkan polusi bau tidak sedap terutama di saat setelah terjadi hujan,” jelasnya.

Menurut hemat dia, semestinya Pemerintah Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul memiliki TPA sendiri-sendiri. Sehingga jumlah sampah yang di buang ke TPA Sitimulyo tidak terlalu banyak.

Akibat penolakan warga, maka kini banyak sampah yang terpaksa masih menumpuk di halaman rumah-rumah warga dan pembuangan tingkat kampung. (Supardi)

 

 

 

 


share on: