100 Pemuda Sambilegi Siap Memeringati Hari Pahlawan dengan Cara Unik

share on:
Pemuda Sambilegi usai gladi resik memperingati Hari Pahlawan || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Memperingati Hari Pahlawan 2022, pemuda Desa Sambilegi, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta akan menggelar acara Renungan Malam dan Refleksi Hari Pahlawan, di Monumen Perjuangan Maguwoharjo, Dusun Ringinsari Maguwoharjo, Kamis (10/11/2022) Pukul 19.30 WIB-selesai.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-danrem-072pmk-halal-bihalal-dengan-mekopolhukam-6813

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya. Desa Sambilegi pernah melahirkan pejuang-pejuang yang gugur saat Agresi Militer Belanda Kedua pada tahun 1948. Setidaknya ada 10 nama pahlawan yang terukir di monumen tersebut. Kami warga Sambilegi, Maguwoharjo, khususnya kaum muda, ingin mengenang kembali peristiwa tersebut. Dengan membaca sejarahnya, mendoakan para pahlawan yang gugur, dan mengambil spirit kepahlawanan mereka dalam membela bangsa dan negara hingga titik darah penghabisan,” ujar Agus Triyono, Kepala Dusun Sambilegi Lor, kepada awak media, Rabu (9/11/2022).

Sekitar 100 pemuda Sambilegi akan terlibat dalam acara ini. Tidak ada pakaian khusus yang harus dikenakan. Boleh memakai baju putih atau hitam. Boleh pakai peci atau blangkon. Dan sebagian membawa bambu runcing yang terikat bendera merah putih. Di awal acara akan dibacakan tek Proklamasi, Pancasila, ikrar Sumpah Pemuda, dan Pembukaan UUD 1945. Diakhiri dengan renungan yang akan disampaikan Ketua Ranting Pepabri Maguwoharjo dan doa penutup.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-hut-ke63-pepabri-agum-gumelar-harus-peduli-dengan-permasalahan-di-daerah-masingmasing-8180

Di Penghujung acara akan dilakukan doa bersama untuk mendoakan para pahlawan bangsa yang telah gugur dan kemajuan bangsa Indonesia di masa-masa mendatang untuk menjadi negara yang adil, makmur, dan sejahtera. “Setelah acara renungan selesai, pemuda akan napak tilas berkeliling kampung dengan jalan kaki sambil membawa bambu runcing yang telah diikat dengan bendera merah putih. Sebagian akan menaiki sepeda onthel sambil membunyikan bel kring-kring untuk mendekatkan suasana seperti pafa jaman perjuangan dahulu,” ucap Agus. (*)

 


share on: