Yogyapos.com (BANTUL) - Guru Besar UNY, Prof Sugiyono,menyatakan Kabupaten Bantul memerlukan sekolah layak dan ramah anak untuk menyukseskan jenjang pendidikan SD dan SMP. Sehingga hasil pendidikan para lulusannya berkarakter, beraklak dan bisa bersosialisasi sesuai dengan karakter di Bantul.
“Selain itu juga harus didukung dengan pendidikan berbasis 4o (Tehnologi IT). Keberhasilan pendidikan kuncinya terletak pada penciptaan siswa yang kreatif, kolaborasi dan komunikasi,” ujar Prof Sugiyono saat menjadi narasumber pada saresehan Hari Jadi Bantul ke-191, di Pendapa Parasamya, Senin (4/7/2022).
Menurut dia, hal itu sesuai dengan yang terkandung dalam Undang-undang Pendidikan Tahun Nomor 20 Tahun 2003. Karena pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk proses agar para siswa mampu mengembangkan diri sendiri, masyarakat dan bangsa.
Sementara itu, Pakar Psikologi UGM Dr Ari Sujito, menyatakan untuk kemajuan mendatang yang perlu dilakukan adalah berfikir pada saat keadaan normal untuk keadaan darurat. Selain itu juga jangan berfikir darurat dalam situasi yang darurat.
“Memajukan wilayah bukan sebatas yang tolak ukurnya pada telah berjalannya lembaga-lembaga, melainkan letaknya pada bagaimana capaian masyarakatnya dalam berkedidupan yang lebih baik,” kata Ari.
Dengan demikian, tandas dia, maka pengentasan dan pengurangan kemiskinan akan terwujud dengan baik.
Pada kesempatan sama, Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih, menyatakan harapannya agar misi dan visinya bisa tercapai yaitu mengurangi kemiskinan dan pengangguran di masyarakat.
“Itu semua diharapkan bisa dicapai melalui pelayanan lebih baik di sektor Posyandu, Paud dan Bank Sampah. Untuk mewujudkan itu dilakukan melalui Program Pembangunan Berbasis Masyarakat Padukuhan (P2 BMP) yang sedang gencar dijalankan,” kata Halim.
Untuk mensukseskan program tersebut, maka setiap padukuhan dianggarkan dana Rp 50 juta untuk mengatasi stunting, paud dan sampah. (Spd)
