Yogyapos.com (SLEMAN) - Upaya percepatan program vaksinasi terus digalakkan termasuk oleh jajaran pemerintahan terendah. Selain menjadi bagian dari program pemerintah untuk meningkatkan imunitas warga masyarakat, pemilihan lokasi vaksinasi juga sangat penting untuk diperhitungkan seperti destinasi wisata sehingga bisa sekaligus multiplier effect dengan mengangkat kembali dunia pariwisata.
Itulah yang melatar belakangi pemerintah Kalurahan Bokoharjo didukung Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Boko Makmur menggelar vaksinasi bagi warganya, di Kompleks Candi Banyunibo, Selasa (28/9/2021).
“Target imunisasi hari ini 1000 warga Bokoharjo. Dan antusiasme warga Kalurahan Bokoharjo Kapanewon Prambanan Kabupaten Sleman dalam mengikuti vaksinasi sangat tinggi. Sejak pagi mereka hadir di lokasi dengan mentaati protokol kesehatan,” kata Imron Arnanto dari Bumdes Boko Makmur.
Lebih jauh Imron menyampaikan kawasan candi Banyunibo dipilih sebagai lokasi vaksinasi karena tempatnya yang luas. “Kami ingin agar vaksinasi ini memberi dampak positif bagi kegiatan pariwisata yang menjadi penggerak perekonomian warga Bokoharjo,” imbuhnya.
Terkait uji coba pembukaan destinasi wisata, pemerintah Kabupaten Sleman telah mendapatkan izin dari Kemenparekraf untuk membuka secara terbatas Taman Wisata Candi Ratu Boko, Taman Tebing Breksi, Merapi Park.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ir Suparmono MM berpesan agar uji coba secara terbatas destinasi wisata tersebut benar-benar dipatuhi karena akan berdampak pada destinasi lainnya.
“CHSE tetap menjadi kunci. Selain itu konsistensi dalam penerapan dan saling sinergi atau saling back up. Kita belum tahu apakah tahun 2023 akan bisa reborn seperti 2019 atau tidak. Yang jelas kita patuhi dan laksanakan kebijakan pemerintah dengan kerja keras penuh kesungguhan,” pesannya kepada anggota Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) di Aula Dinpar Sleman belum lama ini. (Iud)
