Yogyapos.com (BANTUL) – Caleng Partai Bulan Bintang (PBB) untuk Dapil VI Kecamatan Kasihan dan Sedayu Bantul, Taufiq Hardianto SH menyatakan kesiapannya untuk terpilih atau tidak terpilih menjadi anggota DPRD Bantul. Meski demikian ia optimis akan memperoleh suara yang signifikan dalam Pemilu 17 April 2019.
“Tugas saya hanya berjuang, berusaha untuk menjadi anggota dewan demi Izzul Islam wal Muslimin yakni kemuliaan Islam dan kaum muslimin, yang muaranya pada terciptanya masyarakat baldatun toyyibatun wa robbun ghofur,” katanya dalam acara ‘Mohon Doa dan Restu’ kepada konstituen yang dilanjutkan pengajian, di Ndalem HR Soeharto, Ngestiharjo, Bantul, Kamis (11/4/2019) sore.

Suasana warga sesaat sebelum acara 'Mohon Doa Rstu' dimulai | YP/Met
Acara dihadiri Ketua Umum DPW PBB Hj Sitoresmi Prabuningrat, Anggota DPD DIY Muhammad Afnan Hadikusumo, Dr Ir Benny Hartanto MM. Sedangkan tausiyah disampaikan Ustad H Abu Ayub Lc.
Taufiq menyatakan, kemuliaan Islam dan kaum muslimin akan mewarnai perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik. Sehingga patut diperjuangkan dengan upaya yang baik pula, berakhlaqul karimah.
Sejauh ini, kata Caleg yang juga Advokat, ini jalan politik adalah bagian penting untuk mewujudkan masyarakat baldatun toyyibatun wa robbun ghofur di masa mendatang. Jalan politik adalah jalan untuk melakukan perubahan menuju kondisi yang lebih baik.
“Melalui jalan politik di dewan nanti akan saya manfaatkan mendorong perubahan yang lebih baik,” katanya.

Sebagai komitmennya, Tafiq menyatakan kesiapannya nanti untuk menerima segala keluh kesah masyarakat setiap hari sejak bakda Subuh hingga pukul 08.00 di rumahnya. Karena jam-jam berikutnya akan digunakan untuk bekerja menjalankan amanat konstitusi di gedung dewan, serta terjun langsung ke lapangan.
Komitmen lain pihaknya akan memberikan separoh dari pendapatannya sebagai anggota dewan untuk dikelola masyarakat, dijadikan modal dan pengembangan usaha demi kesejahteraan. ”Karenanya saya mohon doa dan restu, mohon dukungan kepada hadirin agar pada 17 April nanti berbondong-bodong ke TPS menggunakan hak pilihnya dengan mencoblos tanda gambar saya,” ajaknya, disambut semangat hadirin.
Sementara Afnan Hadikusumo mengungkapkan antara anggota DPR dan DPD sama-sama memiliki fungsi menyalurkan aspirasi rakyat. Cuma ada perbedaan yang mendasar bahwa DPR punya bargaining yang kuat dengan eksekutif karena hak menentukan anggaran ada padanya. Sedangkan DPD tidak memiliki hak menentukan anggaran.

Anggota DPD RI Muhammad Afnan Hadikusumo (kemeja batik coklat) berbaur dengan hadirin | YP/Met
Meski demikian DPD tetap dapat menjalankan amar makruf nahi munkar memperjuangkan kemaslahatan umat melalui jalan sejenis diplomasi dan advokasi.
Ia pun mencontohkan ketika menginisiasi dan mengadvokasi pembangunan sejumlah infrastruktur di wilayah DIY yang semula akan dibangun dengan menggunakan uang urunan warga, maka berhasil diperjuangkannya hingga memperoleh dana dari pemerintah.
“Di daerah Ngaglik pernah saya dengan masyarakat ngumpulin dana untuk infstruktur jalan. Begitu saya tahu, langsung saya stop dan diinisiasi mengajukan proposal. Alhamdulillah warga tidak perlu mengeluarkan uang dari kantongnya. Hal serupa juga terjadi di Imogiri Timur, alhamdulillah selesai,” papar Afnan mencontohkan slah satu cara kerja dirinya sebagai anggota DPD.

Ketua PBB DIY Hj Sitoresmi Prabuningrat mendukung penuh pencalonan Taufiq Hardianto SH | YP/Met
Pada Pemilu 17 April nanti, Afnan mencalonkan lagi sebagai anggota DPD untuk yang ketiga kalinya. Karena didukung penuh oleh Muhmmadiyah. “Ini pencalonan saya yang terakhir. Setelah itu saya undur diri,” kata Ketua Perguruan Tapak Suci yang juga sudah melakukan bedah rumah sebanyak 20 unit maupun penghijauan di Dlingo. (Met)
