Yogyapos.com (YOGYA) – Setelah cukup lama ‘suntuk’ menjalani aktivitas rutin di kampus, ribuan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Yogyakarta meninggalkan sejenak bangku kuliahnya. Mereka keluar dari kampus, mengepalkan tangan dan lantang menyuarakan aspirasinya bagi kemajuan negeri yang dicintainya melalui aksi unjuk rasa #Gejayan Memanggil, di Pertigaan jalan Gejayan Yogyakarta.
Gelombang aksi unjuk rasa ini bergerak dari tiga titik kumpul, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Bunderan Bulaksumur UGM dan ruas jalan antara UNY-Universitas Sanata Dharma. Gelombang massa mahasiswa terbesar adalah yang memadati bunderan Bulaksumur, mereka para mahasiswa antara lain dari UNY, UII, UMY, UPN dan UGM. Selain BEM dari perguruan tinggi tersebut, unjuk rasa juga melibatkan langsung HMI MPO. Setidaknya ada 500 anggota HMI MPO yang ikut aksi sebagaimana disampaikan Ketua Umum Zuhad Aji Firmantoro.
Bentangan spanduk maupun poster menghiasi orasi peserta. Tepat pukul 13.00 mereka bergerak berjalan kaki ke arah timur menuju titik sentral aksi di Pertigaan Jalan Gejayan. Hal yang sama dilakukan oleh pengunjuk rasa dari titik kumpul UIN Sunan Kalijaga maupun UNY.
“Saatnya bergerak demi keselamatan negeri. Hindari penyusup dan prvokator,” teriak salah satu koordiator lapangan dari BEM UMY.
Kesadaran tentang potensi penyusupan itu sengaja disuarakan, lantaran sebelumnya masuk informasi sejumlah pihak yang bernada hendak membenturkannya dengan massa tertentu. Seolah aksi unjuk rasa ini hendak ‘ngisruh’ wilayah Yogyakarta.
“Kami bukan pelaku anarkisme, ini aksi damai untuk menyuarakan aspirasi demi perubahan yang lebih baik bagi negeri ini,” sambut orator lain. Saling ganti orasi dilakukan, semangat juang ditunjukan dengan mengaplaus setiap orator.
Terik mentari bagai tak dihiraukan. Cucuran keringat pengunjuk rasa justru membuatnya makin lantang mengkritisi sejumlah kebijakan terkait dengan Penetapan Revisi RUU KPK, RKUHP, RUU Pertanahan, hingga kondisi memprihatinkan pembakaran hutan di Riau maupun Kalimantan. Tak ketinggal, mereka juga menyuarakan asprirasi buruh agar dinaikkan upahnya.
Setelah meluapkan aspirasinya, pengunjuk rasa membubarkan diri diiringi nyanyian lagu-lagu kebangsaan. Tepat pukul 17.00, pertigaan Gejayan yang semula diblokade ribuan massa mahasiswa itu kembali terbuka, lalu lintas pun normal. Dan terbukti aksi unjuk rasa #Gejayan Memanggil ini berlangsung damai, tertib, tak seperti dikhawatirkan sejumlah pihak di medsos maupun media massa. (Agn/Dol)
