Yogyapos.com (SLEMAN) – Wakil Bupati Sleman Daang Maharsa memimpin upacara penutupan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) dan Temu Karya Bakti Karya PMI DIY, di Jaka Garong Camp Ground dan Outbound Turi, Sleman, Senin (29/9/2025).
Acara penutupan dihadiri oleh Ketua PMI DIY, GBPH Prabukusumo dan jajarannya, serta, seluruh peserta Jumbara dan Temu Karya Bakti PMI se-DIY.
BACA JUGA: Ketua PKHPKP Yogyakarta, Chrisna Harimurti: Pengadilan Khusus Pertanahan, Kenapa Tidak?
Danang Maharsa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh PMI se-DIY yang telah memberikan peran nyata dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada seluruh masyarakat.
Ia menilai, selama ini keberadaan PMI telah terbukti mampu melaksanakan tugas dari waktu ke waktu dengan sangat baik.

"Kapasitas, kinerja dan profesionalitas anggota PMI dapat terus diandalkan dalam memberikan layanan utamanya bagi masyarakat rentan dalam berbagai kondisi kedaruratan," ucapnya.
BACA JUGA: Rvv Musik Jogja Juara 1 Lomba Ngamen Musisi Jalanan, Terima Rp 10 Juta
Ia juga menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Jumbara dan Tamu Karya Bakti yang telah berlangsung selama tiga hari sebagai wadah pembinaan relawan PMI se-DIY.
"Tentunya banyak sekali manfaat yang kita peroleh tidak hanya mengenai pengetahuan, keterampilan serta karakter kepalangmerahan tetapi juga arti penting persahabatan, kebersamaan dan kekeluargaan dan yang terpenting adalah kemanusiaan," ujarnya.
Danang berharap, kegiatan tersebut juga dapat menjadi modal bagi seluruh anggota PMI sebagai kader relawan yang siap memberikan dukungan, bantuan dan semangat keterampilan hidup sehat baik bagi diri sendiri, lingkungan pendidikan dan lebih luas bagi lingkungan masyarakat.
BACA JUGA:Realisasi PBB-P2 Sleman Tembus Rp 7,5 Miliar
Adapun Jumbara dan Temu Karya Bakti PMI diselenggarakan mulai 27 - 29 September 2025 dan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X.
Kegiatan tersebut melibatkan Relawan PMI seluruh DIY di antaranya Palang Merah Remaja (PMR), Korps Sukarela (KSR), Tenaga Sukarela (TSR), dan Donor Darah Sukarela (DDS), staf, pengurus, serta masyarakat di wilayah Turi. (*/Agn)
