Yogyapos.com (YOGYA) - SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogya melepas 10 siswanya didampingi guru pendamping untuk mengikuti program Spain School Cultural Field Trip 2026, Jumat (5/6/2026) di ruang Mini Theater SMA Muhi Yogyakarta.
BACA JUGA: Membanggakan! Mahasiswa Polteknaker Raih 10 Penghargaan di Dua Ajang Nasional
Plh Kepala SMA Muhi Yogya, Marini Amalia Octavianti MPd menyampaikan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran di luar kelas yang dirancang untuk menambah wawasan, memperluas pengalaman internasional, serta memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal secara langsung sejarah, budaya, pendidikan, dan kehidupan masyarakat di negara lain.
BACA JUGA: Memahami Praktik Kehumasan Profesional, HM HUMAS UPN Veteran Kunjungi Gembira Loka Zoo
Menurutnya, pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan lingkungan global yang mampu membentuk karakter, keterampilan komunikasi, dan cara pandang yang lebih terbuka terhadap perkembangan dunia.
“Melalui kegiatan ini, sekolah berharap peserta memperoleh pengalaman berharga yang dapat memperkaya proses pembelajaran sekaligus menjadi bekal menghadapi tantangan global di masa depan,” ujarnya melalui rilis yang diterima yogyapos.com, Senin (8/6/2026).
BACA JUGA: SMA Muhi Yogya Ditetapkan Sebagai SMA Unggul Garuda Transformasi
Setibanya di Madrid (ibu kota Spanyol) tersebut, rombongan akan langsung mengikuti city tour dengan mengunjungi sejumlah ikon kota seperti Royal Palace, Plaza Mayor, dan Puerta del Sol Square. Ketiga lokasi tersebut merupakan pusat sejarah dan budaya Madrid yang mencerminkan perkembangan peradaban Spanyol dari masa kerajaan hingga era modern.
BACA JUGA: Menyelami Laut Kerinduan dalam 'Gelombang Laut Ibu' Karya Ulfatin Ch
Agenda pembelajaran berlanjut pada 12 Juni 2026 dengan kunjungan ke Santiago Bernabeu, markas Real Madrid Football Club yang dikenal sebagai salah satu klub sepak bola paling sukses di dunia. Kunjungan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari pengelolaan industri olahraga modern, manajemen fasilitas berskala internasional, serta bagaimana sebuah institusi olahraga mampu berkembang menjadi bagian penting dari identitas budaya dan ekonomi sebuah kota.
BACA JUGA: Walikota Hasto Wardoyo Targetkan Bedah 22 Rumah Selama Sebulan
Kunjungan dilajutkan ke Cordoba melalui Toledo, kota yang memiliki sejarah sangat penting dalam perkembangan peradaban Islam di Eropa. Di kota ini peserta akan mengunjungi Cordoba University untuk memperoleh gambaran mengenai sistem pendidikan tinggi internasional. Selain itu, rombongan juga dijadwalkan mengunjungi Mezquita-Cathedral de Cordoba yang menjadi salah satu bangunan bersejarah paling terkenal di dunia. Kunjungan tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman peserta mengenai kontribusi peradaban Islam terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, arsitektur, dan kebudayaan dunia.
BACA JUGA: Dugaan Penumpukan Kontainer, Menteri Purbaya Sidak Pelayanan Kepabeanan di Tanjung Priok
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Seville, salah satu kota budaya paling terkenal di kawasan Andalusia. Di kota ini peserta akan mengunjungi Royal Alcazar of Sevilla yang dikenal sebagai kompleks istana bersejarah dengan perpaduan arsitektur Islam dan Eropa yang sangat khas. Rombongan juga akan mengunjungi Plaza de Espana, sebuah kawasan monumental yang menjadi simbol kebanggaan masyarakat Seville sekaligus salah satu destinasi wisata paling populer di Spanyol. Dari Seville, perjalanan dilanjutkan menuju Granada yang menyimpan jejak penting sejarah Islam di Semenanjung Iberia. Pada 15 Juni 2026 peserta dijadwalkan mengunjungi kompleks Alhambra dan Generalife yang telah diakui sebagai warisan dunia UNESCO.
BACA JUGA: Polres Sleman Amankan Tiga Oknum Pelajar Tersangka Penganiayaan, BB Celurit
Melalui kunjungan tersebut, peserta dapat melihat secara langsung keindahan arsitektur, tata ruang, serta kemajuan peradaban yang pernah berkembang di Andalusia. Pengalaman ini diharapkan mampu memperkaya pemahaman peserta mengenai hubungan sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan yang berkembang lintas bangsa dan lintas zaman.
BACA JUGA: Dukung Pembinaan dan Prestasi Atlet, Berikut Program Prioritas Pemkab Sleman
Setelah menyelesaikan seluruh agenda di Granada, rombongan kembali menuju Madrid dan dijadwalkan singgah di masjid milik Muhammadiyah untuk melaksanakan ibadah sebelum melanjutkan perjalanan pulang. Pada 16 Juni 2026 peserta bertolak dari Madrid menuju Istanbul dan selanjutnya kembali ke Indonesia melalui Jakarta. (Yusron)
