Yogyapos.com (BANTUL) - Difabel Zone Infonesia atau Rumah Difabel Nglarang RT 03 Salam Kalurahan Triharjo Kapnewon Pandak Kabupaten Bantul memproduksi berbagai produk jadi UMKM untuk diekspor.
“Kami bersama teman-teman difabel yang jumlahnya 8 orang mulai berproduksi sejak tahun 2027 hingga kini,” kata Ketua Rumah Difabel Nglarang Salam Triharjo Pandak Bantul, Suhartono (42), saat acara ekpose potensi dinamika oleh Diskominfo Bantul dan media, Jumat (16/8/2024).
Menurutnya, jenis produksi peralatan sholat, tas, dompet batik termasuk sarung bantul batik. Selain itu juga beberapa jenis kerajinan.
Pemasarannya ke sejumlah negara melalui eksportir yang penawaranyq melalui on line ataupun langsung.
“Kegiatan untuk bekerja dan berkarya untuk mendapatkan rejeki guna memenuhi kebutuhan kami,” ungkapnya.
Rahmat tekun membatik || YP-Supardi
Rumah difabel ini didirikan salah satu tujuanya adalah guna memberdayakan para defabel agar produktif dan dapat hidup layak.
“Untuk memberdayakan para difabel, kami memang masih berharap atensi dari berbagai pihak terutama Pemerintah,” tambahnya.
Tentang harga hasil produksi bervariasi, pada jenis, kualitas dan ukurannya. Namun pada dasarnya terjajgkau dan tidak lebih mahal dari produk umum.
Sementara itu, warga rumah difabel ini, Rahmat (31), sambil membatik kain batik sarung Bantul, menuturkan untuk mematikan empat lembar batik membutuhkan waktu satu hingga 2 hari.
“Saya asalnya dari Saptosari Gunungkidul. Namun bergabung di rumah difabel keterampilanjya dapat tersalurkan,” katanya.
Apa rahasia kiat dapat menghasilkan karya, Rahmat mengungkapkan, harus nia, berbuat dengan telatin. (Spd)
