Dr Ketut Suarjaya: Tak Ada Wisatawan Cina di Bali yang Terpapar Corona

share on:
Dr Ketut Suarjaya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali || YP/Ist

Yogyapos.com (DENPASAR) - Berita yang beredar di media beberapa hari lalu mengenai warga negara Cina terpapar Virus Corona ketika berada di Bali dibantah Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Warga negara Cina yang diketahui berinisial Jin dikabarkan telah melakukan perjalanan ke Bali pada 22-28 Januari. Iaterbangdari Wuhan, Cinake Bali menggunakan pesawat Lion Air. Kabar tersebut sempatmembuat kekhawatiran khususnya bagi warga Bali.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr Ketut Suarjaya MPPM, menyampaikan bahwa terkait kabar warga negara Cina teridentifikasi Virus Corona melalui media, pihaknya membenarkan memang ada warga negara Cina masuk Indonesia melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, 22 Januari lalu.

“Yang bersangkutan memang menginap di sebuah hotel dan telah ditelusuri lebih lanjut pergerakannya,” tulisnya dalam rilis resmi yang diterima yogyapos.com, Sabtu (15/02/2020) siang.

Lebih  lanjut Ketut menjelaskan, menurut perhitungan masa inkubasi dan riwayat perjalanan, tidak dapat dipastikan bahwa penularan terjadi di Bali. Karena kepulangan 28 Januari 2020 dan onset atau munculnya gejala-tanda serta konfirmasi laboratorium pada tanggal 5 Februari 2020 (8 hari), bisa saja penularan terjadi di Shanghai atau daratan Cina lainnya. Apabila diambil masa inkubasi terpanjang, yaitu 14 hari. Sedangkan hari ini sudah hari ke-16 maka tidak ada satupun kasus teridentifikasi di Bali.

“Artinya yang bersangkutan tidak membawa/menularkan Virus Corona tatkala di Bali. Informasi secara nasional, saat ini belum ada kasus di Indonesia. Dari 70 spesimen (14 dari Bali) sudah diperiksa tidak ada yang positif,” terangnya.

Dia menambahkan, di Bali sudahdi observasi 20 kasus, 14 sampel diantaranya dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan RI semuanyanegatif. Namun langkah-langkah antisipatif menurutnya tetap dilaksanakan. Baik di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Pelabuhan Benoa, juga di tempat-tempat wisatawan menginap dengan surveilans aktif yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, sampai jajaran Puskesmas.

“Hingga saatini Bali masih aman dari Virus Corona dan siap menerima kunjungan wisatawan,” tegas Ketut.

Pernyataan Dinas Kesehatan didukung Gubernur Bali, melalui surat edaran bernomor 556/919/III/Dispar, 13 Februari 2020 tentang Peredaran Hoax Mengenai Penyakit Virus Corona yang ditandatangani Wakil Gubernur, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati. Gubernur menyatakan bahwa informasi beredar di masyarakat tidak jarang menimbulkan dis informasi kemudian dimanfaatkan pihakter tentu. Hal itu menimbulkan keresahan serta member persepsi negatif terhadap pemerintah.

“Belum ada laporan kasus penularan Virus Corona di Indonesia. Karena itu kita patut bersyukur sekaligus berdoa serta mempercayai transparansi pemerintah. Penanganan penyakit Virus Corona di Indonesia sudah sesuai pedoman standar WHO,” ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat Bali khususnya, untuk tetap mengikuti informasi resmi melalui Dinas Kesehatan. Masyarakat agar tetap bijak menyikapi sebuah informasi dan tak mudah percaya terhadap isu atau kabar yang diperoleh.

“Periksa kembali kebenaran suatui nformasi dengan membandingkannya dari sumber lain. Jangan sebarkan ulang apabila dirasa informasi itu tidak benar,” tutup Gubernur. (*/Muf)


share on: