ENJI MINTA POLISI USUT TUNTAS : Korban Insiden di Jalan Magelang Lapor Polisi

share on:
Korban didampingi Tim Pengacaranya dari LBH Janoko saat melapor ke Polres Sleman | YP/Inu

Yogyapos.com (SLEMAN) – Aparat Kepolisian Resort (Polres) Sleman diminta mengusut tuntas insiden yang mengakibatkan 4 korban luka saat mengikuti deklarasi dukungan Capres Prabowo Subianto – Sandiaga S Uno, di Restauran Pasific, Jalan Magelang, Sleman, Rabu (27/2/2019).

Permintaan itu disampaikan Direktur LBH Janoko Yogyakarta, Enji Pusposugondo SH selaku Koordinator Tim Pengacara korban masing-masing Rizki Maulana Ibrahim, Yudianto, Hari Koes Suwarno dan Nur Rahman.

“Agar menjadi jelas, korban akhirnya melapor ke Polres Sleman. Diharapkan pihak kepolisian melakukan pengusutan tuntas menangkap pelaku dan memrosesnya sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ujar Enji didampingi anggota timnya terdiri Siwidadi SH, Eri Rama Diza Mukti SH, Rico Gilang Samudra SH dan Roby Octora SH, Kamis (28/2/2019).

Diungkapkan keempat korban adalah anggota Laskar PPP yang ikut dalam rombongan iring-iringan kedatangan Prabowo Subianto. Hari itu sekitar pukul 13.00, mereka bergerak dari arah utara Jalan Magelang (Perempatan Jombor) hendak menuju ke lokasi diselenggarakannya acara Deklarasi Dukungan Capres Nomor 02, di Restaurant Pasific.

Sesampai di depan Gang Kampung Kutu Dukuh, terlihat beberapa orang melakukan provokasi dengan membentangkan spanduk Capres lain. Keempat korban dan anggota laskar lainnya mencoba tidak menanggapi provokasi. Tetapi kemudian rombongan laskar dilempari batu dan serangan menggunakan ketapel oleh massa beratibut orpol tertentu, bahkan sebagian lainnya tampak membawa sabit dan pedang.

Karena timpukan batu itulah, kemudian rombongan Laskar PPP Sleman berhenti dan mengejar pelaku provokasi yang melakukan serangan. Pengejaran dihentikan karena dihalau oleh aparat keamanan.

“Akibat serangan itu, seorang korban mengalami luka cukup serius di mata bagian kanan dan menjalani rawat inap di RSA UGM. Sedangkan satu lagi rawat jalan,” jelas Enji.

Sementara itu korban luka dikepala akibat senjata tajam dan satu lagi luka akibat benda tumpul. Kedua yang terakhir ini menjadi korban akibat diserang oleh rombongan berjumlah sekitar 15 orang menggunakan sepeda motor yang melakukan perusakan sebuah rumah milik aktivis PPP di wilayah Pogung, Mlati, Sleman. “Kasus penyerangan rumah yang mengakibakan korban luka ini terjadi di hari yang sama, tapi beda waktu pukul 16.30,” tandas Enji seraya menunjukkan surat lapor Nomor : STTLP/146/II/2019/DIY/Sleman tertanggal 27 Februari 2019.

Enji kembali berharap kasus tersebut segera bisa diusut agar menjadi pembelajaran tertib hukum. (Inu)

 

    


share on: