Febri Lestanto MKom Calon Lurah Bangunharjo Termuda, Cerdas, Tangkas, Trengginas

share on:
Febri Lestanto MKom || YP-Ist

KALAU tidak adal aral melintang, Kabupaten Bantul bakal menyelenggarakan pilihan lurah desa serempak untuk 21 desa, pada 25 September mendatang. Desa Bangunharjo, Kapanewon Sewon adalah salah desa yang ikut melakukan pilurdes.

Sampai batas waktu yang ditentukan ada beberapa bakal calon yang mendaftar sebagai bakal calon lurah Desa Bangunharjo.Salah satu calur tersebut adalah Febri Lestanto MKom yang saat ini menjabat sebagai dukuh Randubelang.

Yang menarik, munculnya nama Febri Lesanto ternyata disambut positif para tokoh masyarakat setempat. Mereka adalah orang-orang yang mengharapkan lahirnya sosok pemimpin yang benar-benar bakal memberikan perubahan yang lebih baik bagi Desa Bangunharjo.

“Dilihat dari berbagai sudut kapasitas dan kapabilitas Pak Febri Lestanto MKom sangat layak memimpin Bangunharjo ke depan,” kata Sholeh, salah satu tokoh warga desa Bangunharjo, Jumat (15/7/2022).

Menurut Sholeh, Pilurdes tahun ini sangat vital bagi Bangunharjo. Ia berharap, masyarakat bisa melihat masing-masing calon dengan hati yang jernih sebelum menentukan pilihan. ”Jangan sampai masyarakat kembali terjebak dalam politik uang sehingga salah memilih pemimpin,” tandas Sholeh.

Sholeh merasa perlu mengingatkan hal tersebut karenadia melihat ada indikasi pola permainan politik uang dalam pilurdes. Kalau ini yang terjadi, rakyat akan rugi sendiri. “Kami merasakan yang terjadi selama ini, tidak ada kemajuan berarti karena itu perlu pemimpin baru,” ungkapnya.

Masih menurut Sholeh, dia yakin dengan pribadi Febri Lestanto MKom merupakan sosok yang digadang-gadang bakal membawa kemajuan desa. Dari berbagai sisi, baik intelektual maupun pengalaman berorganisasi, Febri Lestanto layak naik posisi dari dukuh menjadi Lurah Desa Bangunharjo.

Dari penelusuran berbagai sumber, Febri Lestanto memang memiliki bekal kemampuan  yang cukup memadai untuk mempimpin Desa Bangunharjo. Secara administratif, ia sudah pengalaman di berbagai organisasi. Sebelum dipercaya menjadi dukuh, iaberpengalaman menjadi dosen dan aktif di IIBF (Indonesia Islamic Busines Forum).

Dengan bekal sebagai dosen dan pengurus IIBF, Febri tentu saja memiliki jaringan yang cukup luas dengan berbagai kalangan, baik bisnis maupun perguruan tinggi. Modal ini, sangat dibutuhkan bagi seorang kepala desa.Dengan jaringan pertemanan yang luas, baginya mudah untuk mendatangkan pihak perguruan tinggi maupun perusahaan untuk pengembangan desa.

Sebagai seorang pemimpin, Febri sudah membuktikan keberhasilannya membawa kemajuan bagi dukuh Randubelang. Selama ini, ia berhasil membawa berbagai program pemberdayaan masyarakat di wilayahnya. Bahkan saat ini, program pembangunan yang bersifat fisik sudah terpenuhi.“Karena tidak ada lagi tempat, sering program pembangunan fisik diarahkan ke pedukuhan tetangga yang berbatasan langsung,” ujar Sholeh.

Febri, istri dan kedua anaknya || YP-Ist

Satu kelebihan lain, sesuai dengan gelar akademik yang dimilikinya, Febri adalah seorang magister computer. Ia tak sekedar menguasai ilmu computer tapi juga menguasai dunia IT. Bukan hanya teori tapi juga praktek.Dengan kemampuan tersebut, ia mempelopori gerakan bela beli Bangunharjo. Gerakan ini direspon bagus pelaku usaha UMKM di Bangunharjo dan kini sangat membantu masyarakat saat terjadi pandemi Covid-19.

 

Lewat program bela beli Bangunharjo tersebut, Febri mencoba mempertemukan antar pelaku usaha di wilayah Desa Bangunharjo, sehingga terjadi transaksi diantara mereka.Yang diharapkan saling terjadi transaksi di antara mereka. Dengan demikian akan terjadi pergerakan ekonomi dan pelaku usaha makin bergairah.

Untuk mempromosikan program tersebut, Febri secara aktif mengunjungi warga yang memiliki usaha yang layak dibantu promosinya.Ia mengambil video dan diuplode di website www.desajualan.com

dan channel Youtube Pak Dukuh dan disebar ke berbagai medsos. “Alhamdullilah cara ini efektif untuk mempromosikan dan banyak yang ingin dibantu dijadikan konten,” kata Febri.

Dengan sepak terjang dilakukannya selama ini, warga menilai bahwa Febri dinilai memiliki skill dan kompetensi dan layak mengemban amanah sebagai Lurah Desa Bangunharjo.“Kami yakin beliau bisa membawa kemajuan bagi Bangunharjo,” kata Bu Tugirah salah satu warga Tlajuk, Wojo.

 

Termuda

Kelebihan lain yang dimiliki Febri Lestanto M.om, merupakan balon lurah termuda. Ia kelahiran 21 Februari 1984, artinya baru berusia 38 tahun. Usia tersebut merupakan usia yang produktif dan pasti memiliki kekuatan fisik yang prima untuk menggerakkan warga.

Menurut Bu Tugirah, banyak warga yang condong memilih calon yang masih muda. Bahkan ibu-ibu PKK menyatakan jatuh hati kepada Febri Lestanto “Kami hanya percaya dengan Mas Febri masih muda cerdas trengginas,” tegas Bu Tugirah.

Pernyataan yang sama disampaikan Raharjo seorang tokoh masyarakat di pedukuhan Sangkal. Meskipun secara pribadi kenal dengan calon lain, ia lebih memilih  mendukung Febri yang secara fisik justru belum kenal tapi sudah paham profilnya. “Saya tertarik karena membaca visi dan misinya,” kata Raharjo.

 

Visi dan misi

Jika mendapat amanah dari warga, Febri siap mengabdi dengan sepenuh hati. Ia juga siap mendedikasi diri secara total demi memujudkan visi tercapainya masyarakat Bangunharjo yang maju, tumbuh, peduli sejahtera,  dan bahagia.

Sementara dalam Misinya, Febri ingin menyelenggarakan pemerintahan Bangunharjo  yang bersih, transparan berdasarkan musyawarah mufakat. Menggali sebanyak mungkin potensi pendapatan asli desa Bangunharjo.Mengoptimalkan kinerja perangkat sesuai tugas pokok dan fungsinya berdasarkan peraturan dan SOP dengan mengedepankan prinsip jika bisa di permudah kenapa harus di persulit.

Mewujudkan masyarakat Bangunharjo yang sejahtera dengan mengalokasikan dana desa yang tepat sasaran. Dengan alokasi dana desa yang  tepat, maka pembangunan akan digerakkan seperti:

 

Bidang Pemerintahan

- melakukan reformasi birokrasi dan leadership dalam SOP layanan terhadap masyarakat dengan sistem informasi yang terintegrasi /digitalisasi sehingga layanan lebih cepat dan mudah.

- melayani sesuai dengan peraturan yang ada dan tidak melakukan pungli dalam melayani masyarakat.

- digitalisasi data/arsip yang masih berupa manual menuju elektronik didalam database system sehingga mempermudah dalam pengolahan , pencarian data dll

Gratis administrasi surat-menyurat Bangunharjo bagi masyarakat meliputi surat keterangan tidak mampu, akta kelahiran, kematian, pengantar SKCK, dan lain-lain.

 

Bidang ekonomi:

1. mendirikan badan usaha milik desa atau bumdes/BUMKal dengan di mulai close loop ekonomi dan mengembangkan potensi desa dan perencanaan dan uji kelayakan seperti  (embung wisata,wisata kuliner, pertashop, water byurr, dll)

2. mendirikan Rumah UMKM dan galery UMKM  (sebagai pusat pelatihan , pembinaan, dan  pemasaran produk UMKM  )

3. membantu meningkatkan produktifitas dalam bidang pertanian, peternakan dll

4. mendirikan tempat pembuangan akhir sampah yang di kelola dengan baik

5. mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam usaha ekonomi kreatif dan Pokdarwis (kelompok sadar wisata)

6. mewujudkan 1 rumah 1 pengusaha 

     

 

Bidang kesehatan:

1. tersedianya mobil ambulance desa atau operasional desa dan melakukan sinergi kolaborasi dengan ambulan lazis NU, Lazis Mu maupun ambulan lain dll

2. pendampingan dari aparat Bangunharjo dalam hal pengurusan administrasi berobat gratis.

3. mengusahakan alokasi dana (jaminan kesehatan desa)  bantuan untuk membantu masyarakat yang tidak mampu dan tidak tercover jaminan pemerintah.

 

Bidang pendidikan:

1. membangun dan membina Taman baca Alquran di setiap pedesaan atau dusun

2. pembinaan terhadap guru PAUD dan guru TPA

3. mendorong Dan memfasilitasi masyarakat untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi (1 Rumah 1 sarjana )

4. internet gratis tiap pedukuhan

 

Bidang keagamaan:  

1. Mengalokasikan dana untuk kegiatan pembinaan masyarakat di kalurahan seperti majelis taklim, majelis dzikir, pengajian dll  melalui organisasi keagamaan seperti NU, Muhammadiyah dll.

2. Insentif/pembinaan bagi guru mengaji dan PAUD.

3. pemberian dana tali asih atau santunan secara rutin bagi masyarakat yang memiliki cacat tetap total sehingga tidak bisa melaksanakan rutinitas aktifitas bekerja dan lain-lain.

 

Bidang seni budaya dan olahraga: 

1. Pembinaan kegiatan seni budaya sesuai dengan potensi masing masing dusun sehingga terlihat potensi seni budaya dimasing masing dusun dan memiliki unggulan dalam seni budaya. 

2. menghidupkan kegiatan karang taruna dan mendorong untuk ikut mengelola Bumdes/BUMKal dan kegiatan kegiatan positif lainnya

3. memperbaiki fasilitas lapangan olahraga agar lebih layak digunakan dan ramah anak

4. Pembinaan olahraga seperti sepak bola, volly ball, futsal,  pencak silat, dan lain-lain. (Gigin)

 


share on: