Food Truck ACT Sapa Nakes di Bantul

share on:
Relawan ACT nampak mengulurkan makanan krpsds nskes dari atas food truck || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bantul terus mendistribusikan hidangan siap santap. Kali ini, menggunakan armada spesial, yaitu Humanity FoodTruck di Rumah Sakit Panembahan Senopati Kabupaten Bantul, Senin (06/9/2021).

Sambutan hangat Dr I Wayan Marthana Widiana Kedel Sp THT MKes selaku Direktur RSUD Panembahan Senopati merasa bersyukur atas hadirnya Humanity Food Truck.

“Atas nama seluruh tim RS Panembahan Senopati, Kami mengucapkan terimakasih kepada ACT dan seluruh dermawan,” ungkapnya.

Total, sebanyak 500 porsi makanan siap santap yang tersaji, 450 diantaranya untuk nakes dan karyawan RSUD Panembahan Senopati, dan 50 lainnya dibagikan ke warga prasejahtera. Dalam aksi pendisitrbusian, ACT menggandeng komunitas di Bantul yaitu Forum Rohis Bantul (Forba) dan Komunitas Turun Tangan Yogyakarta.

Selain pihak Rumah Sakit, Acara Implementasi kali ini dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharjo SKM MKes dan Komandan Koramil Bantul Kapten Cba Mardiyono.

“Alhamdulillah dengan hadirnya Food Truck ACT ini saya mewakili bapak Bupati Bantul mengucapkan terimakasih dan berharap kolaborasi kemanusiaan seperti ini tidak hanya sekali ini saja, tapi tetap masih ada lanjutan kolaborasi kemanusiaan lainnya, karena memang urusan kemanusiaan itu tidak bisa dilakukan sendiri tetapi harus bersama-sama,” ujar Agus.

Kepala Cabang ACT Bantul, Zainul Muttaqin mengatakan, selama pandemik Covid-19 dimulai 2020, ACT sudah mulai melakukan implementasi program kemanusiaan ke semua segmen yang terdampak, salah satunya tenaga kesehatan.

“Inibukan implementasi program pandemi Covid-19 yang pertama kali di Bantul, khususnya di RSUD Panembahan Senopati, tapi hari ini adalah implementasi yang spesial untuk para nakes karena langsung kami sajikan ratusan makanan terbaik dari olahan Food Truck ACT. Semoga para nakes tetap semangat, dan semua lapisan masyarakat terus bekerjasama menjadi solusi masalah kemanusiaan baik dari kedermawanan maupun ke relawanan,” ujar Zainul. (*/Met)

 

 


share on: