Yogyapos.com (BANTUL) - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meresmikan Gedung Grha Alfusa Koperasi Pesantren (Kopontren) di kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al Furqon Sanden, Jalan Raya Sanden km 5 Murtigading Kabupaten Bantul, Minggu (23/6/2024).
“Dengan adanya gedung Grha Alfusa ini diharapkan akan memberikan kemajuan perekonomian dan pendidikan di Ponpes Al Furqon Sanden khususnya dan masyarakat pada umumnya,” kata Abdul Halim Muslih.
BACA JUGA: Server PDN Kemenkominfo Terganggu, Polri Lakukan Assessment Cari Penyebabnya
Menurutnya, koperasi ini dari waktu ke waktu mengalami kemajuan dan terbukti memiliki kontribusi yang lumayan signifikan perekonomian pesantren.
“Prestasi itu dapat diraih berkat adanya pengelolaan dengan manajemen yang baik. Hal itu sesuai dengan salah satu kaidah fiqih yaitu sesuatu yang dikelola secara baik maka hasilnya akan baik pula,” tambahnya.
Di Bantul banyak koperasi yang tidak berkembang karena manajemenya kurang baik dan tidak bekerja maksimal. Sedangkan Pemkab Bantul selalu berupaya mengatasi masalah itu, namun hasilnya belum maksimal, upaya perbaikan akan terus dilakukan.
BACA JUGA: Warga Tegalbalong Ikuti Pelatihan Pengolahan dan Pemasaran Produk
Sementara itu, salah seorang Pengasuh Ponpes Alfurqon Murtigading Sanden HM Zafri Fauzan STp, mengungkapkan koperasi ini berdiri bersamaan dengan ponpes pada tahun 1974. Saat itu sistem pendidikanya masih ‘ngalong’ (siswa setiap hari ada di pesantren saat belajar saja).
Sedangkan izin ponpes ini menyelenggarakan pendidikan pesantren dengan sistem boarding (menginap dan berasrama) diperoleh pada tahun 1982.
Bupati Bantul bersama jajaran pengurus koperasi dan pejabat terkait || YP-Supardi
Berkat perjuangan dari para pengelolanya yang gigih, alhamdulilah koperasi akhirnya berkembang. Pada 2021 berbekal modal dari iuran sebesar Rp 60 juta yang diantaranya untuk pengadaan peralatan.
BACA JUGA: 2024, Inflasi di DIY 2,28 Persen
“Berkat jerih payah usaha dalam pengelolaan, koperasi ini terus bergerak mengalami kemajuan dan kini aset BMT mencapai sekitar Rp 7,4 miliar serta sisa keuntungan sekitar Rp 240 juta,” ungkap Zafri Fauzan.
Ia juga mengungkapkan, usahanya juga telah lama dilakukan melalui simpan pinjam dan Toko Alfu Mart juga cukup berkembang dengan omzet per bulannya sekitar Rp 80 juta.
BACA JUGA:Haji 2024, Saudi Umumkan 1.301 Orang Wafat dan 83 Persen Jemaah Tak Resmi
“Sedangkan gedung yang diresmikan kali ini di atas lahan sekitar 300 meter persegi. Selain Koperasi di tempat ini direncanakan juga akan diadakan usaha air mineral sholawat untuk dikonsumsi para santri dan umum,” tambahnya.
Selain itu, kini sedang merintis Pesantren klinik dan menyediakan layanan ibadah umroh bekerjasama dengan salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Dan Umroh (KBIHU). Pada awal tahun 2025 rencana akan memberangkatkan jamaah ibadah umroh 90 orang yang kini sudah mendaftar ada 84 orang sehingga masih ada 6 kouta yang belum terisi.
BACA JUGA: Jagabaya Kalurahan Caturtunggal Dituntut Penjara 7,5 Tahun, Advokat Nofrizal akan Ajukan Pledoi
Pada kesempatan sama, Kabid Koperasi Dinas Koperasi dan UKM DIY, Ir Setyo Hastuti MP, saat membacakan sambutan Gubernur DIY Sri Sultan HB X, menyatakan, Pemerintah Propinsi DIY selalu mendorong dan menguatkan perekonomian melalui beebagai usaha riil.
“Dorongan untuk memajukannya diantaranya melalui permudahan pengajuan bantuan dan pinjaman permodalan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang diperlukan,” kata Hastuti.
Ia menambahkan dengan diresmikan dan dioperasikan gedung ini untuk kopentren, diharapkan mampu memberikan kemajuan ekonomi pesantren dan masyarakat luas. (Spd)
