Yogyapos.com (SLEMAN) - Desa wisata bukan saja salah satu potensi unggulan tetapi juga identitas dan karakter Kabupaten Sleman. Banyak desa wisata di Sleman yang mampu menarik wisatawan sekaligus menginspirasi daerah lain untuk ikut bergerak memberdayakan potensinya. Tak sedikit tokoh dan pionir desa wisata Sleman yang telah menyebarluaskan ilmu dan pengalamannya ke daerah lain.
Demikian pengantar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra Hj Sudarningsih MSi saat membuka rapat koordinasi lomba desa wisata tahun 2019, di Aula Sapta Pesona Dispar Sleman, Jumat (4/10/2019). Rapat dihadiri tim juri, ketua Forkom Deswisata Sleman dan unsur Dispar Sleman.
Pengaruh Sleman dalam hal pemberdayaan potensi wisata, lanjutnya, harus diikuti dengan penataan dan pengelolaan secara internal sehingga desa wisata di Sleman tetap berdaya saing, berkatakter, dan semakin diminati.
“Untuk itulah kita gelar lomba desa wisata tahun 2019. Tema yang diambil untuk tahun ini adalah 'Sembada, Beragam dan Terkemuka'. Ini tidak saja untuk merevitalisasi karakter Sleman tetapi juga merespon dinamika zaman yang semakin maju akibat pengaruh teknologi informasi,” tandasnya.
Gelar lomba desa wisata Kabupaten Sleman akan diikuti 24 peserta dari tiga klasifikasi, yakni tumbuh, berkembang, dan mandiri. Lomba akan dimulai tanggal 15 Oktober sampai 7 Nopember 2019. Tim juri yang terlibat antara lain Erwan Widyarto, M Zulkifli SPd MSi, Wahjudi Djaja SS MPd, M. Adlil Haq dan Anton Yanwar. Mereka mewakili media, akademisi, budayawan dan praktisi. Lomba desa wisata juga akan dimeriahkan dengan lomba fotografi dan penulisan artikel. Terkait kriteria lomba akan disampaikan rencananya hari Rabu 9 Oktober 2019 di hadapan perwakilan peserta dalam pertemuan teknis di Dispar Sleman.
Tentang tujuan digelarnya lomba desa wisata, Sudarningsih menjelaskan selain untuk meningkatkan kualitas pengelolaan desa wisata, juga me-refresh ingatan bahwa munculnya desa wisata tak bisa ditinggalkan dari Sleman selaku pionir. "Saya jadi ingat pesan Menbudpar, I Gede Ardhika, bahwa Sleman harus menjadi center desa wisata. Ini wujud kepercayaan dan tanggung jawab moral yang lahir dari peran dan kiprah Sleman dalam pembangunan. Bahwa dari Sleman muncul upaya pemberdayaan potensi ke dalam bentuk gerakan desa wisata" tandas mantan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sleman ini. (*/Agn)
