Yogyapos.com (SLEMAN) - Ketua Umum Yayasan Wredha Mulya (YWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, GKBRAA Paku Alam mengukuhkan pengurus bidang YWM DIY untuk masa bakti 2022-2026 yang berlangsung di Sasana Wredha Mulya Sinduadi Mlati Sleman, Jumat (4/2/2022).
Ketua Umum YWM DIY, GKBRAA Paku Alam dalam sambutanya mengatakan yayasan ini diperkuat dengan kepengurusan 5 bidang, diantaranya, Bidang Humas IT dan Dokumentasi, Bidang Pendidikan Penelitian dan Pengembangan, Bidang Kesejahteraan dan Kesehatan, Bidang Penggalangan Dana dan Kerjasama, Bidang Kawasan dan Sarana Prasarana.
“Saya senang sekali dengan adanya pengurus bidang-bidang ini jadi bisa menambah pemikiran daripada pengurus harian yang terdiri dari ketua dan wakil-wakil ketua, sekretaris dan bendahara. Kami berharap ada semangat tinggi untuk memajukan yayasan Wredha Mulya ini,” tutur Gusti Putri.
Dikatakanya, dengan terbentuknya kepengurusan yang lengkap, diharapkan kedepan akan lebih kreatif untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan pihak terkait, seperti OPD, kalangan swasta dan sejumlah rumah sakit.
“Marilah kita membenahi dan membangun ke dalam dahulu, sebelum tampil cantik untuk keluar. Akan kita lakukan pula pembenahan sejumlah sarana prasarana. Kedepan kita akan melaksanakan kegiatan untuk lansia, seperti pelatihan untuk para calon pramurukti, pelatihan lansia,” ungkapnya.
Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih SH MSi berharap Yayasan Wredha Mulya Yogyakarta ini kedepan dapat berkontribusi dalam penanganan masalah sosial khususnya bagi lansia potensial maupun non potensial dan pihaknya akan mendukung kegiatan-kegiatan yayasan ini.
“Jadi ini luar biasa nanti bidang-bidang yang sudah dikukuhkan akan segera bekerja untuk peningkatan penanganan masalah sosial. Nantinya untuk bergerak sebagai embrio graha lansia yang akan dibentuk di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam upaya penanganan para lansia yang potensial yang mungkin ditinggal anaknya bekerja atau anaknya tugas keluar kota misalnya, itu bisa dititipkan di yayasan ini sekaligus pelayanan bagi lansia yang non potensial,” jelas Endang. (*/Opo)
