Guwosari Dicanangkan Sebagai Desa Digital, Mandiri Pangan dan Bebas Covid-19

share on:
Pencanangan Desa Digital, Mandiri Pangan dan Bebas Covid-19 ditandai penyerahan buku berjudul ‘Satu Desa Satu Usaha’ oleh Prof Gunawan kepada Abdul Halim Muslih || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Bupati Kabupaten Bantul H Abdul Halim Muslih mencanangkan Guwosari sebagai Desa Degital, Mandiri Pangan dan Bebas Covid-19. Acara pencanangan berlangsung di Guwosari Traning Center (GTC), Pajangan, Senin (16/8/2021). Dihadiri Penasehat Guwosari Training Center Prof Gunawan Somodiningrat, Ketua GTC Boy Candra dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPPKBPMD) Sri Nuryanti serta sejumlah petugas dari Kepresidenan.       

“Dengan adanya pencanganan ini dimaksudkan bisa sebagai cara yang nantinya ditiru dan ditindak lanjuti oleh desa (kalurahan) lainnya di Bantul agar bisa mandiri desa degital mandiri pangan dan bebas Covid-19,” kata Abdul Halim Muslih, dalam sambutannya.

Abdul Halim memandang penting program tersebut. Karena jika semua Kalurahan berjalan baik maka Kapanewon akan baik pula. Semua Kapanewon baik, maka Kabupaten juga baik. Bila Kabupaten dan Propinsi baik maka Indonesia baik pula. 

“Ini semua juga harus didukukung oleh personal personal yang baik pula,” tegasnya. 

Kepada generasi milenial, Bupati berharap dapat gumregah mengembangkan dan menggarap potensi desa yang ada, sehingga bisa menjadi desa mandiri.

Sementara itu Prof Gunawan Somodinigrat, mengaku sangat semangat dengan program Desa Digital Mandiri Pangan dan Bebas Covid-19 untuk direalisasi. 

“Di Guwosari Training Center ini dilakukan pencanangan ini. Tujuannya memajukan pedesaan. Di tempat ini sejak beberapa tahun sudah diadakan produksi pakan lele (ikan), pet (sedotan minuman) dan pipa plastik. Ini berpotensi untuk pengembangan usaha untuk desa mandiri,” kata Gunawan. 

Usai acara dilakukan sarasehan tentang desa mandiri bersama Pimpinan GTC Boy Candra P. Dilanjutkan penyerahan buku berjudul ‘Satu Desa Satu Usaha’ oleh Prof Gunawan kepada Abdul Halim Muslih. 

Sri Nuryanti menyatakan, pihaknya sudah melakukan sejumlah pelatihan satu diantaranya pengolahan sampah kepada Kelompok Masyarakat. 

“Pelatihan sangat diperlukan sebagai upaya dukungan mewujudkan desa nandiri,” kata Sri.

Lokasi GTC semula merupakan tempat bebatuan dan tandus. Namun setelah digarap dengan inovatif menjadi sangat berguna dan sanggup memproduksi berbagai karya warga yang jumlahnya cukup besar dan laku keras di masyarakat. (Supardi)

 


share on: