Yogyapos.com (BANTUL) – Warga Bantul diharapkan menjadi warga yang religius, yang memiliki keimanan, ketakwaan dan amal ibadah yang semakin baik. Karena itulah, Pemda mendukung semua kegiatan keagamaan yang membimbing masyarakat menjadi lebih baik dalam mental spiritualnya.
Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih menyatakan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam pengajian menyambut Milad Majelis Taklim Miftahul Jannah ke-6, yang berlangsung di Jipangan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Kamis (2/6/2022) malam.
Bupati mengaku senang diundang dan dapat hadir di Majelis Taklim yang diasuh Ustadz Harun Ar Rasyid tersebut. Bupati merasa surprise karena meskipun hujan, jamaah yang hadir membludak. Ini berarti, masih ada semangat luar biasa untuk menuntut ilmu dari kalangan warga dan untuk mendukung pembangunan mental spiritual.
”Saya berharap Bantul segera menjadi kabupaten yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofuur,” kata Bupati.
Halim berasa bersyukur dengan banyaknya ustad guru ngaji maupun kiai yang terus melakukan bimbingan penguatan mental spiritual melalui amaliah seperti Mujahadah, yang diadakan di mushola, masjid, pondok pesantren maupun majlis taklim.
“Kegiatan positif ini harus terus dijaga dan dikembangkan,” tutur Bupati yang juga kiai tersebut.
Lebih lanjut diungkapkan, bahwa kegiatan amaliah mujahadah merupakan bagian daripembangunan mental spiritual yang selaras dengan tujuan pembangunan bangsa Indonesia.
“Indonesia beda dengan Negara Amerika, Philipina, atau India, dimana kita tidak hanya memikirkan pembangunan fisik tapi juga mental, jasmani dan rohani,” katanya.
Halim menegaskan, membangun jiwa bangsa dengan memiliki mental spiritual yang baik merupakan tujuan pembangunan yang fundamental. Ia berharap masyarakat Bantul, semakin baik dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan dengan semakin kuatnya iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Percuma pembangunan infrastruktur baik tapi masyakatnya justru makin jauh dengan ulama dan nilai-nilai agama,” tandas Halim.
Pesan penting lain yang disampaikan Bupati Bantul, kegiatan pengajian seperti yang diadakan majelis Taklim Miftahul Jannah, selain sebagai amaliah juga merupakan praktek belajar mencari ilmu yang diwajibkan dalam Islam. Ia meminta warga untuk terus semanga tbelajar ilmu yang bermanfaat.

Dalam pengajian yang dihadiri ribuan jamaan tersebut, selain Bupati Bantul menghadirkan KH Muhammad Ali Munir dari Salaman Magelang. Sedangkan untuk mujahadah dipimpin Kiai Muhammad Sabar dari Ponpes As-shobru Minal Iman, Godean.
Sekedarin formasi saja, Majelis Taklim Miftahul Jannah bisa dibilang termasuk majelis yang mengalami perkembangan yang cepat. Majelis ini dirintis Ustad Harun ArRasyid enam tahun silam di sebuah kebun kosong di wilayah RT 7 Jipangan, Bangunjiwo, Kasihan. Saat itu, diawali hanya berlima mengadakan mujahadah tiap malam Jumat.
Mereka melakukan kegiatan rutin berupa dzikir dan tahlil. Dalam waktu yang tidak lama, pesertanya terus bertambah. Dan dalamusianya yang 6 sekarang jamaah sudah mencapai 500an orang. Mereka bukan hanya warga Jipangan saja, tapi sudah menyebar dari berbagai desa.
Dari sebuah kebun kososng, Miftahul Jannah kini sudah memiliki tempat pendopo yang represntatiif. Saat ini, kegiatannya mulai berkembang tidak hanya mujahadah rutin tiap malam Jumat saja, tapi berkembang menjadi madrasah, tempat mengaji Alquran.
Miftahul Jannah kini sedang menunggu izin dari Kemenag untuk mengembangkan madrasah dan pondok pesantren. “Mohon doanya agar diberi kemudahan,” kata Ustadz Harun Ar Rasyid, pengasuh majelis Taklim Miftahul Jannah.(Gigin)
