Yogyapos.com (BANTUL) - Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Bantul, H Heru Sudibyo SSos MM sangat konsen dengan pemajuan destinasi wisata bersama sejumlah elemen masyarakat.
Salah satunya adalah dengan mendorong Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kapanewon Srandakan dan Sanden agar mampu mewujudkan desa destinasi wisata holtikultura dan ketahanan. Langkah ini dilakukan demi menjaga kelesatarian alam sekaligus meningkatkan penghasilan para petani dan Pemerintah Kalurahan .
“Untuk merealisasikan obsesi tersebut, maka saya menginisiasi adanya studi banding guna mengkolaborasikan antar KWT yang masing-masing mempunyai spesifikasi berbeda di bidang budidaya pertanian,” kata Anggota Komisi B DPRD Bantul yang membidangi pertanian, Heru Sudibyo, kepada yogyapos.com, di Bantul, Selasa (14/6/2022).
Dijelaskan, pada 12 Juni 2022 pihaknya telah melakukan kolaborasi KWT Talkondo Kalurahan Poncosari Kapanewon Srandakan dengan KWT
Sanggrahan dan Dagan Kalurahan Murtigading Kapanewon Sanden. Kolaborasi tersebut juga dimaksudkan agar mereka tidak jenuh, sekaligus berwisata dan berolahraga. Para KWT saat menuju ke lokasi pertemuan menggunakan sepeda.

Heru Sudibyo saat memberikan arahan dan memotivasi KWT || YP-Supardi
KWT Bismo Talkondo Poncosari selama ini telah membudidayakan tanaman diantaranya sere, jahe dan pandan di pekarangan. Sedangkan KWT yang di Murtigading telah membudidayakan klengkeng, nanas bagong dan alpokat. Agar KWT Pancosari bisa berbudidya klengkeng, nanas dan alpokad. Sedangkan KWT di Murtigading mempunyai keterampilan berbudiaya sere. Maka keduanya dipertemukan untuk interaksi dan sharing bersama.
"Itu telah terlaksana. Hasilnya juga positif dan saling mengisi serta bisa saling meguntungkan dalam tukar pendapat dalam berbudidaya tanaman di lahan (pekarangan) kosong,” tukas Heru.
Heru menargetkan semua KWT mampu berbudaya berbagai jenis tanaman. Tujuanya juga untuk mewujudkan destinasi desa holtikultura yang sebenarnya dirasa diperlukan untuk penguatan pertanian, pariwisata dan ekonomi di Bantul.
Dalam pertemuan juga muncul harapan maupuan gagasan dari para KWT tentang diperlukannya ketersediaan bibit tanaman, teknik perawatan tanaman dan pengolahan hasil panen. Sementara di KWT Dagan juga telah ada yang memproduksi obat alami pembasti hama tanaman. Semua itu juga diharapkan bisa dikembangkan untuk mendukung perawatan tanaman.
“Sedangkan tentang untuk peningkatan keterampilan KWT, penyediaan bibit tanaman dan pengolahan hasil panen, maka saya akan memfasilitasi pelatihan pertanian ke Dinas ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul agar mengadakan program itu,” pungkas Heru yang tak pernah kering ide dan terus melakukan hal-hal sederhana tapi istimewa. (Spd)
