Yogyapos. com (YOGYAKARTA) - Himpunan Obstetri dan Ginekologi Sosial Indonesia (HOGSI) akan menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XVIII tahun 2026 di Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi forum ilmiah terbesar bagi dokter spesialis obstetri dan ginekologi sosial di Indonesia untuk bertukar ilmu, kebijakan, dan praktik klinis terkini.
BACA JUGA: Menteri Jumhur Hidayat Tegaskan Komitmen Pengelolaan Sampah
Pertemuan untuk Workshop berlang sung tiga hari, tanggal 11–13 Mei 2026 dan sebelumnya Simposium Ilmiah 8–12 Mei 2026, bertempat di Hotel Royal Ambarrukma, Yogyakarta.
Tema besar tahun ini adalah “Integrasi Kesehatan Reproduksi dan Hilirisasi Berbasis Kearifan Lokal serta Peran Obginsos dalam Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Pelayanan Obstetri dan Ginekologi sebagai Strategi Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Double Burden”
BACa JUGA: Davin, Juara Penyaji Terbaik Festival Dalang Remaja Sleman 2026
Disamping pembahasan juga akan mencakup mencakup penguatan laya lnan kesehatan reproduksi, pemanfaatan kearifan lokal dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta strategi klinis dan sosial untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia.
BACA JUGA: Marsda Purwoko Aji Prabowo: Asian Modern Pentathlon Simbol Dedikasi dan Kekuatan Mental
Dalam kegiatan akan menghadirkan narasumber Prof Dr dr Dwiana Ocviyanti SpOG(K) MPH, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan pengurus aktif HOGSI/POGI, menyampaikan bahwa HOGSI merupakan cabang ilmu kedokteran yang menangani masalah fertilitas, tumor yang mengganggu fungsi reproduksi, tumor ganas, serta trauma organ bawah pada ibu melahirkan seperti robekan perineum.
BACA JUGA: UAJY Tambah Dua Guru Besar Baru dari Fakultas Hukum dan Teknik, Ini Sosoknya
“Selain aspek medis, HOGSI juga memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak dari sisi sosial. Ini yang membuat peran obginsos sangat strategis dalam pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Prof. Dwiana, Selasa (13/5/2026) kepada Media.
BACA JUGA: Pagu Indikatif 2027 Momentum Transformasi Layanan Haji Efisien, Adaptif, Berorientasi pada Jamaah
Tujuan kegiatan ini antara lain, eningkatkan kapasitas dokter dan tenaga kesehatan dalam pelayanan ob tetri dan ginekologi sosial, merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis bukti untuk penurunan AKI dan AKB, mendorong integrasi layanan kesehatan reproduksi yang responsif terhadap budaya dan kondisi lokal, dan memperkuat jejaring profesional HOGSI di tingkat nasional.
BACA JUGA: Kemnaker Fokuskan Empat Pilar Strategis Ketenagakerjaan 2026 Hadapi Transformasi
PIT XVIII HOGSI 2026 diharapkan menjadi momentum penguatan peran dokter obginsos dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai target penurunan AKI dan AKB serta mewujudkan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas dan berkeadilan. (*/Agn)
