HUT ke-1 Komunitastodays Salurkan 250 Paket Sembako

share on:
Penyerahan potongan tumpeng oleh Kepala Perwakilan Komunitastoday Yogyakarta, Chandra Novrita || YP-Ismet NM Haris

Yogyapos.com (YOGYA) - Kegembiraan nampak di wajah jajaran redaksi komunitastodays.com, di Joglo Music dan resto nDalem Soerjogoeritnan, Siliran, Yogya, Selasa (28/9/2021). Maklum, siang media online yang berpusat di Jakarta ini memeringati HUT ke-1. Media ini juga mendirikan wadah Media Independen Online (MIO) yang tersebar di beberapa daerah. 

Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, acara HUT ke-1 komunitastodays.com dilangsungkan sederhana dan bersahaja dengan undangan terbatas. Diantara diantara tamu undangan tampak pula Ketua PWI Yogyakarta Drs Hudono SH, Advokat Senior Yogya Aprillia Supaliyanto MS SH dan Pimred Koran Merapi Drs Swasto Dayanto beserta sejumlah awak media.

Pemotongan tumpeng menjadi pokok acara sebagai rasa bersyukur, dilanjutkan ramah tamah antar beberapa rekan media, PWI dan dipungkasi penyaluran sembako kepada 250 warga miskin kota.

“Kami baru setahun ini berdiri, tapi sudah membuka perwakilan di sejumlah provinsi. Daerah Istimewa Yogyakarta salah satunya,” ujar Ketua Panitia Ferry Marinus didampingi Kepala Perwakilan Yogyakarta Chandra Novrita.

Ferry menyatakan sangat perlu menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait, terutama PWI yang merupakan induk organisasi para jurnalisnya. Selain itu dengan rekan-rekan jurnalis Yogyakarta sehingga bisa bersinergi.

Maksud baik dan tekad tersebut disambut positif oleh Ketua PWI Yogyakarta, Hudono, seraya mengingatkan pentingya menempatkan SDM yang unggul guna menghadirkan pemberitaan berkualitas.

Diungkapkan, kini media online tmbuh bagai jamur di musim hujan dengan ragam kualifikasi, ada yang sehat dalam kategori mainstream secara manajemen maupun kualitas terdaftar di Dewan Pers, tak sedikit yang ‘abal-abal’ dan setengah-setengah.

“Saya tidak perlu menyebutkan, tapi terpenting sebaiknya menerbitkan media online perlu pengelolaan yang baik menjadi mainstream,” ujarnya.

Hal itu perlu ditempuh kaitannya dengan UU ITE, sehingga jika terjadi kasus karena pemberitaan penyelesainnya bisa merujuk pada mekanisme MoU antara Dewan Pers dan Polri. Artinya, sebelum masuk ke ranah hukum, dewan Pers dapat melakukan analisa apakah suatu pemberitaan yang dinilai merugikan pihak lain itu lantaran salah tulis atau ada unsur kesengajaan lantaran sejak awal punya itikad buruk untuk menjatuhkan orang.

“Kita, Dewa Pers akan melakukan analisa, antara produk jurnalistik atau bukan. Itulah pentingnya, perlu kehati-hatian,” jelasnya.

Sambutan positif juga disampaikan Aprillia Supaliyanto SH, bahwa semakin banyak media massa maka semakin baik untuk mengawal perjalanan bangsa. Sebab pers merupakan elemen bangsa yang vital hari-hari ini. Di dalamnya, para jurnalis sangat diharapkan masyarakat peran besarnya untuk menimbulkan langkah-langkah korektif dan konstruktif sesuai koridor kebebasan pers.

“Peran jurnalis sangat diharapkan mendorong terwujudnya demokrasi yang kualitatif,” tukas Aprillia yang pernah memeroleh penghargaan sebagai Advokat Komunikatif dari PWI Yogyakarta.

Terkait UU ITE, Aprillia menyatakan kehendaknya agar tidak digunakan untuk memberangus demokrasi dan kebebasan pers. Kenapa demikian, karena jika kebebasan pers terkendala atau dibayang-bayangi UU ITE, demokrasi akan terhambat. “Itu sebabnya, terpenting profesionalitas bagi insan pers. Jangan pernah takut dengan UU ITE selama kerja jurnalistiknya benar,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Redaksi komunitastodays.com, Hendrika Nguranubun alias Oma Rika, sangat menghargai semua masukan memajukan media yang dikelolanya. Dalam usia setahun ini fokus peliputan pada komunitas mendorong kemjuan usaha kuliner maupun pariwisata.

“Kami selalu melakukan konfirmasi terkait peliputan isu-isu aktual, membangun relasi, termasuk juga isu aktual penanganan Covid-19 membantu pemerintah menyerukan masyarakat hidup sehat. Diantaranya dalam hal program vaksinasi,” ujarnya. (Met)

 


share on: