Imlek di Klenteng Gondomanan Berlangsung Lancar, Berharap Kedamaian dan Kesejahteraan

share on:
Sembahyang jemaat berharap kedamaian | YP/Met

Yogyapos.com (YOGYA) – Klenteng Fuk Ling Miau yang terletak di Jalan Brigjen Katamso, Gondomanan, Yogyakarta, Senin (4/2/2019) malam tampak gemerlap oleh lilin-lilin dan lampion. Ratusan jemaah sejak pukul 20.00 mulai berdatangan, melakukan sembahyangan dalam rangka perayaan Imlek 2570.

Seperti klenteng-klenteng lain di wilayah tanah air, Klenteng yang terletak di jantung kota budaya ini menyelenggarakan perayaan Imlek setelah lima hari sebelumnya dilakukan jamasan patung-patung dewa.  “Dewa-dewa masih di atas sedang, kami mohon berkah nantinya para dewa berkabar tentang kemakmuran dan kedamaian di bumi,” ucap Ang Pengsian alia Angling Kusumo selaku pengampu dan Ketua Yayasan yang menaungi klenteng, di sela-sela menerima jamaat.

 


Ang Pengsian (kanan) walau letih tapi tetap gembira | YP/Met
Acara resmi sembahyangan secara resmi dilakukan pada pukul 21.00 dipimpin bhiku dari Sasana Bodhi Wonosari. Meski demikian jemaat yang datang lebih awal dipersilakan melakukan sembahyang.

Imlek bertepatan tahun babi ini berlangsung dalam kebersahajaan dan lancar. Usai sembahyang para jamaat makan bersama sembari saling bercengkerama. Wajah-wajah mereka dari anak-anak, remaja dan orang tua tampak berbinar.

Ang Pengsian selaku orang yang dituakan juga tampak sumringah. Ia kelihatan dikerumuni rombongan jemaat secara bergantian. Saling mengucap selamat, tak sedikit pula yang meminta wejangan.

Kepada yogyapos.com, Ang Pengsian yang selama ini dikenal dermawan dan peduli sosial mengungkapkan, pesan Imlek tahun ini tetap junjung tinggi solidaritas sosial. Hindari pertikaian, ciptakan kedamaian menuju masyarakat yang adil dan sejahtera.

“Ya kami selaku pemuka klenteng di sini selalu berharap begitu. Pererat persaudaraan,” katanya.

Ditanya tentang tahun politik, Ang Pengsian menyatakan semua jemaat diharapkan menyambut baik agenda politik Pilpres. Siapa pun yang nanti menjadi presiden diharapkan akan meningkatkan tujuan yang baik bagi rakyatnya. Sedangkan yang tidak terpilih jadi presiden tetap legowo.


Ketua Gesoma, Belly Angling Kuntesa Murni Susilowati | YP/Met

Sementara itu berbeda dengan perayaan Imlek tahun lalu. Kali ini perayaan Imlek di Klenteng Gondomanan mendapat sokongan tenaga dari komunitas Gerakan Sosial Mulya Abadi (Semogo) dipandegani Belly Angling Kuntesa Murni Susilowati yang mengerahkan sekitar 50 anggotanya. Mereka membantu jemaat ketika menyalakan lilin sesembahan, keamanan, menyuguhkan makanan dan pendampingan lainnya. Dengan cara demikian, jemaat cukup terbantu. Bahkan suasana kebersamaan pun sangat terasa.

“Semogo memang komunitas yang sejak berdiri memiliki komitem sosial,” ujar Belly.

Menurut dia, keterlibatan sosial komunitas yang dipimpinnya ini bukan hanya untuk perayaan Imlek. Melainkan juga terlibat dalam bakti sosial di panti asuhan dan panti jompo.

 


Suasan klenteng sebelum dilakukan sembahyangan | YP/Met
“Anggota kami bhineka tunggal ika. Ada yang pedagang bakso cilok, pengayuh becak, mahasiswa, pengacara hingga pegawai,” tukas Belly yang bertekad membuka cabang di Bali dalam waktu dekat.

Belly tak lain adalah putri dari pasangan Ang Pengsian dan Fransisca Ratnasari. Ia terlibah di kegiatan sosial mengikuti jejak orang tuanya. (Met)   


share on: