Isti Selenggarakan Diklat Kebencanaan untuk Perempuan

share on:
Para peserta antusias mengikuti Diklat Kebencanaan yang diinisiasi oleh alumni ELA, Isti Sri Rahayu || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Isti Sri Rahayu SPd, alumni Emerging Leaders Academy (ELA) menggelar serangkaian kegiatan diklat kebencanaan untuk kaum perempuan. Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan perempuan di setiap pedukuhan di empat Kapanewon Imogiri, Dlingo, Banguntapan dan Piyungan ini melibatkan beberapa unsur terkait yang menangani masalah kebencanaan, diantaranya adalah BPBD Bantul, Damkar Bantul, LSM Kebencanaan dan juga para praktisi kebencanaan.

Diharapkan setelah peserta diklat yang kesemuanya perempuan, setelah selesai mengikuti pendidikan kebencanaan dapat menularkan ilmunya di kampungnya masing-masing.

"Saya berharap dengan adanya diklat singkat ini kaum perempuan bisa menjadi perempuan tangguh dan tidak gagap dan panik ketika terjadi musibah bencana,” jelas Isti kepada yogyapos.com disela pembukaan pelatihan diklat di Piyungan Bantul, baru-baru ini.

Isti yang juga salah seorang aktivis penggerak perempuan, mengatakan bahwa keprihatinannya terhadap kaum perempuan yang banyak menjadi korban ketika terjadi musibah bencana, mendorong empatinya untuk bagaimana memberikan bekal ilmu kebencanaan kepada kaum perempuan, sehingga ketika terjadi musibah bencana korban dapat diminimalisir.

Menurutnya, selama ini jika terjadi musibah bencana, baik itu bencana yang disebabkan oleh faktor alam, seperti gempa bumi, tanah longsor, tsunami dan banjir, dan juga bencana yang disebabkan oleh human error manusia seperti kebakaran, kecelakaan, dan gagal tehnologi, korban kaum perempuan lebih banyak dibanding kaum laki-laki.

Penyebab ini bukan saja karena perempuan kurang memiliki kepiawaian menyelamatkan diri dibanding kaum laki-laki, tetapi juga ketika terjadi musibah yang datang tanpa diduga, biasanya perempuan selalu terpikirkan untuk menyelamatkan anak-anaknya, orang tua yang jadi tanggungannya, sehingga terkadang lupa atas keselamatan diri sendiri.

“Ini yang jadi keprihatinan saya, sudah tidak punya ilmu yang memadai bagaimana harus bertindak ketika terjadi musibah, masih juga memikirkan keselamatan orang lain,” tukas Isti.

Oleh karenanya dengan Diklat kebencanaan yang dia selenggarakan ini, paling tidak perempuan tahu dan memahami bagaimana jika terjadi musibah untuk melakukan tindakan. Pemberian ilmu tentang kebencanaan tersebut menjadi sangat penting untuk dipahami oleh kaum perempuan, karena dengan mengerti dan memahami ilmu tentang kebencanaan, kaum perempuan setidaknya bisa bertindak dengan benar.

Kegiatan pelatihan tersebut setelah belajar tentang teori kebencanaan, juga mereka akan diberi bekal praktek simulasi supaya nantinya dia bisa betul paham dan mengerti cara-cara mengatasi masalah ketika terjadi musibah. Dan diharapkan dari Diklat ini nantinya akan terbentuk perempuan siaga bencana untuk mewujudkan kampung tangguh bencana. (*)

 


share on: