Yogyapos.com (SLEMAN) - Akselerasi Puskesmas Indonesia (APKESMI) menggelar Jambore Puskesmas Nasional (Jampusnas) II tahun 2025 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 30 Oktober hingga 2 November 2025.
BACA JUGA: Klien Didakwa Nipu Rp 1 M, Advokat MP Sianturi SH: Wajib Junjung Azas Praduga Tak Bersalah
Kegiatan berlangsung empat hari, diikuti lebih 669 peserta, membawa semangat yang sama yakni membangun kebersamaan dan mewujudkan transformasi layanan kesehatan primer di Indonesia.
Ketua Jampusnas II Asep Sani Sulaeman menuturkan, dipilihnya Yogyakarta sebagai lokasi penyelenggaraan membawa makna kebersamaan tumbuh, inspirasi lahir, dan semangat perubahan jiwa bagi setiap insan Puskesmas di seluruh tanah air.
BACA JUGA: Humoriezt Indonesia Gelar Sarasehan & Doa, Puncak HUT ke-37 di Pantai Cangkring
"Kota ini (Yogyakarta) bukan hanya tempat diselenggarakannya kegiatan, tetapi juga lambang nilai luhur, gotong royong, kebersamaan, dan ketulusan. Karena di balik setiap layanan sederhana, ada ketulusan yang luar biasa untuk menjaga kehidupan manusia," tutur Asep dalam konferensi pers di Hotel Alana Yogyakarta, Sabtu (1/11/2025).
"Peserta yang hadir ada dari Aceh, Riau, Jambi, Banten, DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, kemudian dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, jumlah peserta yang hadir sebanyak 669 orang," sambungnnya.
BACA JUGA: Pasar Bela Negara di Sleman Perpaduan Pemberdayaan UMKM dan Nasionalisme
Dijelaskan, rangkaian acara diisi dengan kegiatan edukatif untuk saling menguatkan dan berbagi pengalaman, cerita perjuangan, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Antara lain digelar seminar ilmiah, lomba inovasi, pameran kesehatan, hingga malam penganugerahan tenaga kesehatan berprestasi.
"Kegiatan berlangsung selama empat hari, melalui acara ini diharapkan menjadi ruang besar bagi insan kesehatan untuk berbagi praktik baik, berinovasi, dan membangun jejaring lintas wilayah. Puskesmas terus beradaptasi dan bertransformasi menuju layanan kesehatan yang bermutu dan berkeadilan," ungkapnya.
BACA JUGA: Sepeda Motor Tabrak Tembok, Seorang Pelajar Tewas
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat APKESMI, Kusnadi menjelaskan, organisasi ini merupakan wadah berhimpunnya Puskesmas se Indonesia yang sebelumnya bernama Asosiasi Puskesmas Indonesia.
"Sekitar 1.300 puskesmas dari sekitar 10.400 adah terhimpun dalam suatu wadah yaitu APKESMI, kepengurusan telah terbentuk di wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi," jelas mantan Kepala Puskesmas Suliliran Baru Kabupaten Paser Kalimantan Timur.
BACA JUGA: Danrem 072/Pmk Hadiri Peluncuran Buku Karya GKR Hemas di UIN Sunan Kalijaga
Disebutkan Jampusnas II di Yogyakarta mengusung tema "Bangun kebersamaan, sukseskan transformasi Puskesmas melalui peningkatan mutu, inovasi, dan sinergitas jejaring".
"Insan Puskesmas terus berkomitmen melayani dengan hati, bekerja dengan nurani, dan berinovasi dengan kolaborasi," katanya.
BACA JUGA: HUT ke-2, LBH Guntur Geni Gelar Diskusi Publik Menyoal 'RJ' dalam KUHP Baru
Sementara itu, Ketua Dewan Pakar APKESMI sekaligus Menteri Kesehatan RI 2014-2019, Nila F. Moeloek menegaskan bahwa Puskesmas adalah jantung sistem kesehatan bangsa, tempat masyarakat pertama kali mencari pertolongan dan belajar hidup sehat. Dirinya menekankan pentingnya inovasi yang berakar dari pengabdian, bukan sekadar teknologi baru, tetapi juga keberanian untuk melayani dengan empati dan kasih.
"Tidak ada transformasi tanpa sinergi. Jangan pernah lelah untuk melayani. Setiap langkah kecil anda adalah bagian dari sejarah besar kesehatan bangsa," jelas Nila F. Moeloek. (Opo)
