Yogyapos.com (SLEMAN) - Para pegiat ekonomis yari’ah DIY yang tergabung dalam Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) berkumpul di ruang sidang PT BPRS Harta Insan Karimah – Mitra Cahaya Indonesia (HIK MCI), Jalan Kaliurang Yogyakarta, Jumat (12/7/2024).
Tokoh senior MES ini, antara lain Prof Rochmad Wahab, Prof Mahfud Solikhin, Prof Edy Suandi Hamid, Syafarudin Alwi, Dumairy, Heroe Poerwadi (Ketua MES), Dr Nanang Danar Dono, berdiskusi tentang pengembangan ekonomi syariah, dan juga persiapan Muswil MES DIY.
“Kita akan mengadakan Muswil MES DIY tanggal 27 Juli yang akan datang,” ujar Sekretaris MES DIY Edi Sunarto
BACA JUGA: Kasrem 072/Pmk Kolonel Hotlan Serahkan Jabatannya kepada Kolonel Jerry Manungkalit
Ketua Dewan Pakar Edy Suandi Hamid mengatakan, sesuai konvensi selama ini, Ketua diharapkan hanya satu periode. “Jadi selalu terjadi regenerasi. Kita harapkan nanti generasi lebih muda muncul sebagai pegiat dan memimpin organisasi ini. Posisi MES DIY ini juga jadi barometer MES di daerah lain. Jadi harus dikelola dengan baik,” ucap Edy yang juga Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta dan Komisaris PR BPRS HIK-MCI ini.
Dalam pertemuan tersebut dibahas pula bagaimana perkembangan praktik ekonomi syariah di DIY. Data statistik menunjukkan, pertumbuhan ekonomi syariah, terutama perbankan syariah tumbuh lebih tinggi dari rata-rata nasional.
BACA JUGA: Potensi Ekonomi Kreatif Sleman Hadir di APKASI Otonomi Expo 2024 Jakarta
Sementara itu, Syafarudin Alwi mengapresiasi perkembangan ekonomi syariah di DIY yang terjadi antara lain karena berjalannya kepengurusan MES, sehingga praktik kuliner halal dan keuangan syariah terustumbuh.
“Dalam perbankan misalnya, seperti HIK-MCI, bisajalan baik karena diisi orang-orang berintegritas, dan memang memiliki jiwa untuk mengembangkan ekonomi syariah, jadi bukan sekadar bisnis,” kata mantan Dekan FE UII dan mantanKetua Umum Pengurus Yayasan Badan wakafini.
Di sisi lain, Ketua MES DIY yang mantan Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, BPRS HIK MCI belakangan ini dikenal sebagai Lembaga perbankan syariah yang paling kuat di DIY. Aset dan mitranya terus berkembang.
BACA JUGA: AW Live Home Angel's Wing Hadir di Yogya, Performa Bar dan Resto ala Warmindo
“Ini menunjukkan Tingkat kepercayaan Masyarakat tinggi pada bank ini,” ungkap Bakal Calon Walikota Yogyakarta ini.
Hal ini, lanjut Heroe, bisa terjadi karena pengelola yang berpengalaman dan berintegritas, sehingga pertumbuhannya paling baik dan terarah. “Selain itu, kalau kita masuk kantor bank ini, terasa sangat nyaman, pelayanan sangat baik. BahkanSatpam pun melayani dengan sopan,” ujar bakal calon Walikota yang dari hasil survei sementara menempati peringkat teratas ini.
Senada dengan Heru, Ketua ICMI DIY Pof Mahfud Solikhin menyatakan, yang dilakukan BPRS HIK MCI sangat inovatif. Pelayanan luar biasa. Ada penjemputan dan pengantaran dokumen terkait layanan nasabahnya. Lebih dari itu, kantornya sangat nyaman dengan pelayanan yang ramah.
BACA JUGA: Polda DIY Tegaskan Segera Razia Penjual Miras Ilegal dan Ungkap Judi Online
"Sangat reperesentatif kantornya yang di pinggir jalan utama jalan Kaliurang” ujar dosen senior Akuntasi danmantan Wakil Dekan FEB UGM ini. “Karena pengelolaan yang baik dan efisien, bagi hasil depositonya relatif kompetitif,” tutup Prof Mahfud Solikhin.
Dosen senior FE UGM DR Dumairy yang sejak puluhan lalu banyak berkecimpung dalam policy research terkait perkreditan rakyat dan pedesaan menyatakan, perjalanan BPRS HIK-MCI sangat menarik.
“Tadinya BPRS yang terpuruk dan dalam pengawsan OJK, karena kinerja yang tidakbaik. Setelah masuk mitra yang berintegritas dan professional dari HIK, lalu Dapen Muhammadiyah. Serta dijalankan oleh sosok-sosok yang professional, kini justru menjadi BPRS terbesar dan terbaik,” ujar Dr Dumairy.
“Dengan kinerja seperti itu, BPRS HIK MCI sangat tepat menjadi mitra UMKM,” imbuh Dumairy,.
BACA JUGA: Jaksa Belum Berikan Dakwaan kepada Pengacara Terdakwa, Sidang Kasus Pengrusakan Ditunda
Menyampaikan perjalanan BPRS HIK MCI, Direktur Kepatuhan Mushoniful Agustian menyampaikan, bank ini sudah berdiri sejak 2008, namun baru 2015 PT Harta Insan Karimah, yang merupakan unit usaha milik personal KAHMI FE UGM bergabung, yang membuat BPRS yang tadinya berjalan lamban menjadi tumbuh cepat dan shat.
“Kemudian tahun 2018 bergabung, dan menjadi Pemegang Saham Pengendali PT Dapen Syariah Muhammadiyah. Ini membuat kita semakin kuat, dan menempati posisi terebesar di DIY,” ujar Mushoniful. (*)
