JISP 2019: Ruang Ekspresi Seniman Lintas Negara

share on:
Kabid Pemasaran Dispar DIY dan Bambang Paningron saat memberikaan keterangan kepada awak media || YP/Fadholy

Yogyapos.com (BANTUL) - Dinas Pariwisata (Dispar) DIY bekerjasama dengan Jaran Production bakal menghelat Jogja International Street Performance (JISP), pada tanggal 21-23 September. Tema yang diusung kali ini adalah ‘Jogja The Dancing City’, dengan melibatkan seniman pertunjukan dari domsetik dan mancanegara.

Dalam jumpa pers di Aula Dispar DIY, Jalan Janti KM.4 Banguntapan Bantul, Kabid Pemasaran Dispar DIY Marlina SE MM mengatakan, pihaknya mendukung penuh acara JISP. Menurut Marlina, sepanjang tahun ini banyak sekali agenda festival seni & budaya di Yogyakarta. Bahkan bisa dibilang, Yogya adalah ‘Kota Festival’.

“Keragaman jenis festival menandakan jika kreatifitas di Yogya terus tumbuh dan menjadikan ruang interaksi seni budaya lintas Bangsa. Dan dengan  digelarnya JISP, bisa berperan aktif dalam pengembangan wisata budaya dan bisa menggerakkan sektor yang lain alias multi impact positif,” jelas Marlina.

Marlina melanjutkan, event bertaraf internasional ini diharapkan dapat menjadi ruang ekspresi dan interaksi antar seniman lintas negara dengan public. “Sehingga bisa kolaborasi pertukaran budaya antar bangsa,” imbuhnya.

Sementera seniman Bambang Paningron mengutarakan, atraksi JISP akan merespon ruang publik di pedestrian Malioboro, Gedung DPRD DIY, serta Titik Nol KM. Untuk panggung utama berada di Monumen SO 1 Maret. Acara street performance dimulai dari jam 16.00-22.00. “Tujuan acara ini adalah mendekatkan seni tari kepada masyarakat umum, melalui suguhan para performer yang mempunyai kapabilitas. Selain seniman domestic, JISP juga melibatkan seniman mancanegara. Seperti Romo Dance Theatre (Malaysia), Rama Simon (Korsel), Air Dance (Filipina) dan Silver Belle (Kamboja),” kata Bambang.

Sedangkan seniman yang berasal dari domestic antara lain. KHP Kridhomardowo (Yogya), Didik Nini Thowok (Yogya), Anterdance (Yogya), Pragina Gong (Yogya), Bellacoustic (Kalteng), Anis Harliani (Bandung), Sanggar Dangkedunai (Riau), Puri Senjani (Surabaya), Bagus Masazupa (Malang) dan UKMBS Universitas Lampung.  Fadholy

 

 

 

 


share on: