Yogyapos.com (BANTUL) - Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo menegaskan pemberantasan stunting di kabupaten ini harus nyata membuahkan hasil yang riil dan bisa sirasakan oleh masyarakat.
“Saya menginginkan penanganan stunting jangan hanya menjadi data dalam kertas. Namun harus ada aplikasinynya secara nyata,” ungkap Joko Purnomo saat acara Advokasi dan KIE (Konsultasi Informasi dan Edukasi) tentang peomosi dan KIE pengasuhan 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) dalam rangka peercepataj penurunan stunting untuk mirra kerja dan pemangku kebijakan, di Bantul, Senin (25/4).
Menurutnya, meskipun pengaplikasian tersebut berat, namun para mitra kerja dan pemangku kebijakan (termasuk Panewu dan Lurah) dituntut bekerja keras mensukseskannya.
Hal ini dilakukan karena motivasi di dalamnya juga ada unsur kemanusiaan untuk mewujudkan para generasi bangsa yang berkualitas. Sehingga manfaatnya mampu bersaing dengan bangsa lain.
Sementara itu, Kepala P3 APPPKB Bantul Ninik Istirini, mengatakan dengan diadakannya acara ini mitra kerja dan pemangku kebijakan semakin paham. Mudah menanagani stunting di masyarakat.
Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Shodikin juga mengatakan menurunkan jumlah stanting dilakukan bersama antara Kemenag, BKKBN dan pihak lainnya. (Spd)
