Yogyapos.com (YOGYA) – Calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto dielu-elukan para pendukungnya saat kampanye akbar di Stadion Kridosono Yogyakarta, Senin (8/4/2018). Begitu muncul di panggung, puluhan ribu massa langsung menyerukan namanya sembari mengibarkan berbagai alat peraga bendera maupun spanduk.
“Terimakasih, terimakasih,” Prabowo berdiam sejenak, matanya melingkar menatap massa yang tumplek blek di lapangan.

Tiga jam sebelum kedatangan Prabowo, massa sudah mengalir memadati area depan panggung | YP/Ismet
Rasa haru bercampur gembira terpancar pada wajahnya menyaksikan dukungan massa yang begitu antusias. Massa datang berkelompok maupun perorangan. Itu terlihat dari bendera yang dikibarkannya di antaranya dari unsur partai koalisi pendukung seperti Partai Demokrat, Partai Gerindra, PKS, PAN, bahkan Gerakan Pemuda Kabah (GPK) sebagai sayap PPP ikut mewarnai kampanye di posisi terdepan panggung. Tak ketinggalan pula puluhan kelompok relawan seperti Rumah Bersama PADI pimpinan Taufiqurahman SH hingga Jogjakarta Ganti Presiden pimpinan Dadang Iskandar yang berbasis di Gunungkidul.

Ratusan massa GPK Khittah sebagai sayap PPP DIY dipimpin Korlap Deva Permana SH bergerak menuju Stadion Kridosono
Prabowo di awal orasi politiknya ‘menggeber’ massa dengan mencuplik pidato Bung Karno di muka pengadilan Belanda 1930, bahwa pergerakan bergelora secara alamiah karena penderitaan rakyat.
“Kalian hadir di sini tentu karena memiliki kesamaan perasaan adanya ketidakadilan,” seru Prabowo.
Menurutnya, kondisi sekarang sudah memprihatinkan karena ketidakadilan yang sangat parah menimpa masyarakat. Republik sedang sakit parah, kondisinya bukan seperti yang diperjuangkan dan dicita-citakan oleh para pendiri bangsa Bung Karno, Bung Hatta, Ahmad Dahlan maupun Hasyim Asyari.

Salah satu satuan kecil Emak-emak mensupport peserta dengan makanan dan minuman gratis di pinggir jalan | YP/Ismet
Itu akibat perekonomien dikuasai oleh segelintir elit di Jakarta yang telah memperkosa Ibu Pertiwi. Siapakah mereka? Prabowo menyatakan kelak akan menyebutkan secara transparan. “Kondisi ketimpangan dan ketidakadilan seperti sekarang ini Emak-emak sangat lebih merasakan setiap hari,” tukas Prabowo disambut aplaus massa Emak-emak yang tetap tampak bersemangat mengikuti pidato walau diterpa terik mentari.

Muda-mudi PAN Yogyakarta bersemangat menuju area kampanye sembari menyerukan koor bernada sindiran agar aparat bersikap netral | YP/Ismet
Prabowo mengingatkan, jika mencoblos dirinya pada 17 April nanti maka jangan semata-mata agar yang bersangkutan menjadi presiden. Tapi lebih dari itu demi masa depan. "Jadi kalau saudara-saudara mencoblos kami agar jadi presiden, itu tidak cukup. Tapi coblos kami Prabowo-Sandi demi masa depan anak cucu kita yang lebih baik," imbaunya.
Antusiasme Emak-emak memang cukup menonjol. Mereka banyak yang membentuk satuan-satuan kecil di pinggir jalan menuju Kridosono memberi support makanan maupun minuman kepada peserta kampanye. Dari mana uang mereka untuk kepedulian tersebut? “Urunan, Mas. Yang penting Pak Prabowo bisa jadi presiden,” kata Marya, salah seorang pensupport makanan dan minuman gratis.

Dadang Iskandar, Ketua relawan 'Jogja Ganti Presiden' yang berbasis di Gunungkidul | YP/Ismet
Usai orasi politk, Prabowo kemudian turun dari panggung dan sejenak menyempatkan sambutan kerumunan massa. Sebagian diantara mereka berhasil foto bersama, sebagian besar lainnya harus puas hanya mengabadikan sosoknya lewat jepretan kamera dari jarak agak jauh.
Prabowo, sejam sebelumnya sempat menemui Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Kantor Kepatihan Jalan Malioboro Yogyakarta. Ia didampingi Ketua DPW PPP Khittah DIY HM Syukri Fadholi SH, Ketua Panitia Kampanye Lethen Purn Langgeng Sulistyono dan Ketua DPD Partai demokrat DIU Heri sebayang.
Kepada awak media, Prabowo menyatakan sowan ke Sri Sultan karena sekadar silaturahmi sekaligus uluk salam karena akan berkampanye di wilayahnya.

Ketua DPW PPP Kittah DIY HM Syukri Fadholi memberikan keterangan pers tentang agenda kampanye, didampingi Letjen Langgeng Sulistyono, Dharma Setiawan dan Heri Sebayang | YP/Affan
“Saya sowan beliau izin untuk kampanye. Saya juga berterimakasih kepada beliau atas kesamaan komitmen tentang NKRI, Kebhinekaan dan kemandirian bangsa,” ucapnya, singkat.
Sebelumnya, seperti diungkapkan Dharma Setiawan selaku Ketua Badan Pemenangan Propinsi (BPP) DIY, Prabowo akan bertemu dengan budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) di kediamannya Kadipiro Yogyakarta.
"Ya agendanya semula ke Cak Nun juga agar saling beroleh inspirasi dan energi positif untuk demokrasi yang bersih dan berbudaya,” kata Dharma seraya menambahkan bahwa kampanye kali ini mengadopsi falsafah Jawa ajur-ajer bersama rakyat.
Itu juga tampak dari sambutan massa, dimana terdapat warga masyarakat dari Gunung Kidul yang berjalan kaki menuju Yogyakarta pada Minggu (7/4/2019) malam. Sedangkan rencana selanjutnya, Prabowo akan kampanye di Stadion Srwiwedari, Rabu (10/4/2019). (Met/Afn)
