Kelompok Jaga Warga Donoharjo dan Plosokuning Siap Dukung Kondusivitas Lingkungan

share on:
Kelompok Jaga Warga yang baru saja dikukuhkan di Kantor Kapanewon Ngaglik Sleman, Rabu (20/7/2022) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Dua Padukuhan di wilayah Kapanewon Ngaglik, yakni Penen Kalurahan Donoharjo dan Plosokuning V Kalurahan Minomartani dikukuhkan oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo sebagai kelompok Jaga Warga, di Kantor Kapanewon Ngaglik, Rabu (20/7/2022). Pengukukuhan ini implementasi dari Pergub Nomor 28 Tahun 2021 tentang Jaga Warga.

“Kalau ada orang luar harap dipantau keperluannya apa. Jangan sampai ada gesekan di masyarakat seperti teroisme dan ekstrimisme,” kata Kustini. 

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-kelompok-jaga-warga-ngemplak-dan-medari-cilik-berhasil-dikukuhkan-7742

Lanjut Kustini, Kelompok Jaga Warga ini dibentuk guna menjaga kondusifitas di tengah padukuhan khususnya di Kabupaten Sleman. Jaga Warga tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban di padukuhan saja, namun ikut aktif memantau  setiap orang asing yang datang atau tinggal di wilayahnya.

Bupati Kustini bacakan surat pengukuhan Jaga Warga Donoharjo dan Plosokuning || YP-Ist

Dalam kesempatan tersebut Kustini juga mengimbau pada kelompok Jaga Warga agar selalu berkoordinasi serta bersinergi dengan pranata sosial lainnya. Dengan begitu ketika ada masalah sekecil apapun di masyarajat akan segera diketahui terlebih dahulu di tingkat padukuhan.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-bupati-kukuhkan-25-kelompok-jaga-warga-di-bantul-8494

Sementara itu Kepala  Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Sleman, Shavitri Kumala Dewi menjelaskan bahwa kelompok Jaga Warga ini diantaranya bertugas untuk memberikan masukan kepada perangkat padukuhan masing-masing terkait menjaga keamanan, ketertiban dan kondusivitas secara umum.

Pemasangan rompi Ketua Kelompok Jaga Warga dari Donoharjo dan Plosokuning || YP-Ist

Diharapkan kelompok Jaga Warga  bisa mendorong masyarakat untuk merevitalisasi nilai nilai budaya luhur di tengah masyarakat seperti Siskamling dan budaya gotong royong. 

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-panewu-sayegan-kukuhkan-dua-kelompok-jaga-warga-di-margokaton-dan-margoagung-7564

Shavitri menyebutkan dari 1.212 padukuhan di Kabupaten Sleman saat ini, telah ada 215 padukuhan yang  telah dikukuhkan sebagai kelompok Jaga Warga.

“Target kita sampai tahun 2024 bisa 50 persen padukuhan yang ada di Kabupaten Sleman memiliki kelompok Jaga Warga,” tutur Shavitri.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-warga-sambungrejo-swadaya-dirikan-gardu-pandang-pemantau-merapi-3322

Dikatakan pula bahwa Jaga Warga terdiri dari berbagai unsur masyarakat diantaranya dari unsur pemuda, kegiatan perempuan, tokoh masyarakat dan toko agama. Adapun jumlah Jaga Warga di masing-masing padukuhan ada 25 orang. (*/Agn)

 


share on: